BERHENTI dari pekerjaan sebagai perawat demi memiliki banyak waktu bersama anak-anak dan suami di rumah menjadi keputusan yang diambil Happy Jayanti Cahya Fitri Jatmiko sekitar 1,5 tahun lalu.
Perempuan 27 tahun tersebut merasa berat jika harus meninggalkan dua anak kembarnya untuk stay di tempat kerja selama 7 jam setiap harinya.
Terlebih, anak-anaknya yang masih kecil tersebut full ASI. “Kalau lagi kerja pikiran kacau, sedih, ingin menangis karena kepikiran anak di rumah,” katanya.
Perempuan akrab disapa Happy itu mulai mencari cara agar tetap bisa berpenghasilan, tanpa harus jauh dari keluar. Berbekal hobi lama dalam berjualan, ia memulai usaha bidang aksesoris anak.
“Aku mengeluarkan ide untuk jualan aksesoris karena anakku perempuan. Nanti bisa jualan kunciran, sambil bisa dipakai sendiri sama anakku,” bebernya.
Mendapat dukungan penuh dari suami, kini perempuan tinggal di Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru tersebut telah memiliki tiga cabang usaha.
Bagian paling menyenangkan dari usahanya adalah ketika ramai pembeli. Namun, tantangan juga kerap datang. Mulai dari omzet yang fluktuatif hingga kejadian barang dagangan yang hilang dicuri.
Tidak hanya menjadi ibu rumah tangga yang memiliki banyak waktu untuk keluarga. Peran Happy sebagai pelaku usaha membuktikan bahwa bekerja dari rumah juga bisa tetap produktif.
“Semoga bisa terus berkembang dan membuka cabang-cabang yang banyak,” harapnya. (ewi/msu)