BERAWAL dari persiapan mendaftar di sekolah kedinasan, Adinda Oktavia Ramadhani mulai menekuni olahraga lari.
Bahkan ketika gagal masuk sekolah kedinasan, Dinda tetap rutin berlatih. Terlebih lari bukan sekadar olahraga, namun menjadi sarana mengembangkan diri.
Dinda bisa mendapatkan berbagai manfaat dari lari. Mulai dari kesehatan, mendapatkan teman baru, kesabaran, hingga semangat pantang menyerah.
’’Bukan hanya untuk kesehatan, juga bisa melihat progres diri,’’ ungkap mahasiswi asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota tersebut.
Mahasiswi Unugiri Bojonegoro tersebut merasakan berbagai tantangan ketika berlari. Terutama performa yang belum stabil atau naik turun. Namun justru menjadi pelecut semangat untuk terus meningkatkan kemampuan.
‘’Tidak menyerah begitu saja. Bangga terhadap proses yang dilalui,’’ ungkap mahasiswi 20 tahun tersebut. (irv/msu)