MELUKIS dan pencak silat menjadi bagian penting dalam hidup Novita Ayu Kusuma Dewi. Dua kegiatan tersebut menjadi sarana Novita mengekspresikan diri. Juga menambah wawasan seni dan kesehatan.
‘’Berawal dari hobi yang bermanfaat hingga jalan mencari pengalaman hidup,” ungkap perempuan asal Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Bojonegoro Kota.
Mahasiswi 20 tahun tersebut mulai melukis sejak di sekolah dasar (SD), sedangkan pencak silat dimulai pada masa sekolah menengah pertama (SMP). Keduanya ditekuni hingga kini.
Melukis bagi Novita adalah cara untuk berimajinasi dan mengekspresikan kreativitas dengan warna dan garis yang bebas. Bahkan pernah meraih beberapa juara saat di TK dan SD. Sehingga memberikan bekas mendalam dalam perjalanan di dunia seni.
‘’Mendapatkan pengalaman yang berharga dan prestasi,” jelas mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro tersebut.
Novita sadar bahwa setiap aktivitas membawa risiko tersendiri. Dalam pencak silat, ada kemungkinan cedera, tetapi pengalaman serta prestasi yang diperoleh tetap menjadi hal yang berharga.
‘’Mendapatkan hal positif menuju sebuah prestasi yang membanggakan,” ujar mahasiswi jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) itu. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana