CEDERA bukan menjadi penghalang Dewi Eka Setia Artanti untuk terus menekuni dunia pencak silat. Berkali-kali mengalami cedera, Dewi tetap menyukai olahraga kontak fisik tersebut. Bahkan ingin menjadi atlet nasional hingga internasional.
Dewi berberapa kali mengalami cedera ringan saat berlatih maupun bertanding. Mulai dari keseleo hingga cedera di bagian engkel kali. Untungnya cedera dialami tak serius dan bisa pulih cepat dengan penanganan tepat.
‘’Diurut biasanya ketika cedera,” ungkap atlet asal Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota tersebut.
Dewi mulai terjun ke dunia pencak silat sejak duduk dibangku SD pada 2017 lalu. Berawal dari iseng mengikuti perlombaan di tingkat kabupaten. Seiring berjalannya waktu, berkembang menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Berbagai prestasi pernah diraih mahasiswi 20 tahun tersebut. Mulai Porseni seni tunggal tingkat kabupaten pada 2017 dan 2018. Serta juara 1 Porseni pada 2019 di tingkat SMP. Tak hanya itu, Dewi juga mencetak prestasi di level lebih tinggi dengan meraih Juara 3 di Piala Rektor Unesa se-Jawa Bali.
Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro tersebut tidak hanya ingin menjadi atlet. Dewi juga aktif melatih pencak silat untuk anak-anak. Tujuannya demi menerbitkan bibit atlet pencak silat baru. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana