MELANTUNKAN ayat suci Alquran memberi rasa tenang tersendiri bagi umat Islam. Dari rangkaian huruf hijaiyah terdapat tafsir penuh makna. Tak ayal disebut sebagai pedoman hidup. Juga, tak jarang banyak pemuda-pemudi tertarik menghafal. Entah awalnya karena tuntutan maupun keinginan diri sendiri.
Layaknya Syifa Rohmatus Syukriyah, perempuan penghafal Alquran asal Desa Bumiayu, Kecamatan Baureno. Sehari-hari membantu usaha orang tua dan selalu fokus menjaga hafalannya. Meski awalnya menghala Alquran karena dorongan orang tua, kini ia merasakan manfaatnya.
’’Mondok (belajar di pondok pesantren) sejak kelas IV SD. Itu dulu atas keinginan orang tua. Awal rasanya lumayan berat untuk menghafal karena tidak keinginan sendiri,” ucap Syifa. Tapi, bagi dia, hal itu tidak menjadi beban saat ini.
Karena tiap kali menghafal merasakan kenyamanan, ketenangan, dan rasa damai. Bahkan, kini perempuan 23 tahun itu berhasil menghafal 25 juz. Dia juga menarget khatam hafalan. Meski entah kapan. ’’Yang penting lancar dulu hafalannya,” tutur ia.
Syifa menambahkan, dalam menjaga hafalan tidak lantas membuatnya hanya fokus mengingat dan melantunkan ayat-ayat Alquran. Tapi, juga tetap melakukan kegiatan sehari-hari. Yakni, membantu usaha orang tuanya di bidang travel umrah sebagai admin.
Jadi, sering kali juga menjadi asisten atau mendampingi jemaah. Misal ke Raudah, Masjid Quba, percetakan Alquran, kebun kurma, Jabal Rahmah, Jabal Tsur, hingga Jabal Uhud. ’’Dan ziarah makam sahabat nabi dan umrah,” ucapnya. (yna/bgs)
Editor : Hakam Alghivari