AWALNYA merasa takut tiap kali diajak ke pantai, itu yang dirasakan Nabila Nurul Athiya. Namun, seiring waktu dengan berbagai pengalaman dirasakan, rasa itu berangsur berubah.
Ada kenyamanan tersendiri dengan melihat hamparan luas air laut dan bisikan ombak. Kini perempuan kerap disapa Nabila itu mengaku menyukai dunia travelling. ‘’Travelling bagiku adalah cara memahami dunia,’’ ucapnya.
Dia mengungkapkan, sudah terbiasa dengan perjalanan bersama keluarga di berbagai tempat. Sehingga rasa penasaran dunia luar dan alam mulai tumbuh.
Rasa penasaran itu tidak hanya untuk melihat tempat baru, tapi juga terpacu memahami kehidupan di lokasi yang dituju. ‘’Dulu juga sempat takut banget sama air laut,’’ ujar gadis asal Kecamatan Ngasem itu.
Menurutnya, saat setiap kali ke pantai hanya memilih duduk jauh dari ombak. Namun, berbeda dengan sekarang. Pantai menjadi tempat favorit. Karena ada rasa tenang yang didapat saat melihat air laut yang luas. ‘’Ada rasa tenang saat lihat air laut,’’ tambahnya.
Mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPNV) Jatim itu menuturkan, travelling bukan hanya tentang pemandangan indah tapi ada budaya dan kehidupan masyarakat di setiap lokasinya.
Menurutnya, setiap daerah memiliki cara hidup tersendiri. Kini ia sering mengeksplor berbagai tempat. Dari Pantai Melasti, Pulau Merah, Kebun Teh Wonosari, Jolotundo, Bromo, hingga Taman Mini Indonesia Indah. ‘’Tempat-tempat itu membuatku semakin memahami bahwa budaya adalah sesuatu yang terus hidup dan berkembang,’’ ujarnya. (nnd/yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana