TAK hanya bekerja keras, niat membuka usaha perlu didasari kesabaran. Hal itulah yang dirasakan Gresa Mindardika, perempuan asal Desa/Kecamatan Kalitidu itu, baru dua tahun terakhir merintis usaha es teh di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas.
Meski disadari penjual es teh kian menjamur dari tahun ke tahun. Namun, ia percaya rezeki tak akan ke mana-mana. ’’Baru mulai 2023 lalu, alhamdulilah masih bertahap sampai sekarang,” ungkap Gresa.
Perempuan alumni Universitas Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro itu, mengaku meski es tehnya hanya dijual Rp 2.500, tetapi hal itu sudah cukup sebagai salah satu tumpuan hidup keluarga kecilnya hingga saat ini.
Sebab, niat membuka usaha es teh tersebut, tepat dilakukannya setelah menikah pada 2023 lalu. Menurutnya, meski rerata minuman yang disediakan merupakan minuman dingin dan hal itu kerap mengalami kenaikan pesanan saat cuaca panas.
Namun, cuaca tak lantas menjadi satu-satunya faktor akan usahanya. Berbekal kesabaran, ia kerap mendapat orderan di berbagai hajatan di kampungnya. ’’Banyak pesanan juga dari tahlil sampai hajatan, apalagi saat karnaval kemarin, tentu ramai,” ceritanya. Alumni siswi SMAN 1 Kalitidu itu menambahkan, meski penjual es teh kian banyak saat ini, dirinya mengaku tak takut kalah saing. Sebab, Gresa percaya rezeki bisa datang dari mana saja, asal mau berusaha. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana