Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mariyanti: Berawal Dari Iseng Ikut KIR, Jadi Juara Kompetisi hingga Pembina KIR

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 1 Desember 2024 | 23:00 WIB
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

 

KEISENGAN mengikuti kompetisi karya ilmiah remaja (KIR) pada 2018 lalu membawa Mariyanti sukses meraih sederet prestasi. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga berhasil mengantarkan anak didiknya meraih prestasi yang tak kalah membanggakan.

‘’Bermula dari iseng, melihat teman sebangku mengikuti KIR. Sepertinya seru, jadi saya ikut bergabung. Mengikuti KIR sejak kelas 11 SMA pada 2018 lalu,’’ ujar perempuan 23 tahun tersebut.

Riyanti berhasil menjuarai perlombaan KIR tingkat Nasional hingga Internasional. Salah satu paling berkesan, ketika mendapat Juara 3 Nasional pada kompetisi EPSILON (Engineering Physics Scientific and Olympic Competition) yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada.

Baginya, KIR lebih kompleks dari yang sebelumnya terbayangkan. Tidak hanya sekadar tentang menulis. Tapi, terdapat praktik membuat karya penelitian.

Mulai dari mencari alat dan bahan, melakukan serangkaian proses penelitian, hingga melakukan analisis dan menyusun materi untuk presentasi.

‘’Dulu saya sebagai peserta. Saat ini, saya yang menjadi pembina. Membersamai anak-anak lembur, seperti melihat saya beberapa tahun lalu. Lucu dan sedikit mengobati kerinduan,’’ kata Pembina KIR SMP Plus Izzatul Ummah tersebut.

Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia itu mengatakan, stereotipe KIR di mata anak-anak adalah penelitian di KIR untuk membuat bom. Karena menggunakan bahan-bahan kimia dan proses pengerjaan di Laboratorium.

Sebagai pembina KIR, Riyanti ingin mengedukasi bahwa KIR tidak seperti yang ada dipikiran anak-anak. Melainkan, membuat produk keren yang bermanfaat untuk keberlangsungan hidup manusia.

‘’Berharap KIR bisa lebih dikenal oleh banyak orang,’’ ujar gadis asal Desa/Kecamatan Dander tersebut. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#iseng #Karya ilmiah Remaja #kir #penelitian #bojonegoro #universitas gadjah mada #Epsilon Happy Bimbel #prestasi #pembina