MENULIS sangat memberikan dampak positif bagi Arlinda Irma Pramudita. Hobi menulisnya dijadikan sebagai karya tulis ilmiah. Sehingga, menciptakan sebuah inovasi baru mengenai makanan.
Perempuan asal Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota ini menyukai dunia tulis menulis sejak SMA dengan mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja. Ia menciptakan inovasi baru dari makanan yang belum pernah diolah sebelumnya. Yakni, membuat keripik pare dan saus dari biji trembesi.
Arlinda memilih inovasi tersebut didasari rasa bingung. Karena banyaknya trembesi dan pare yang tidak pernah diolah menjadi makanan yang disukai banyak orang. Sebab, rasanya yang pahit.
’’Akhirnya saya berinovasi membuat keripik pare yang tidak pahit dan membuat saus biji trambesi yang lezat. Awalnya hanya ingin berkreasi untuk memenangkan lomba dari sekolah,” ungkapnya.
Tanpa disangka, inovasi itu dapat mengantarkannya meraih juara 3 lomba karya ilmiah remaja tingkat kabupaten. Selain karya ilmiah, Arlinda juga suka menulis esai, buku, artikel, hingga puisi.
Ia pun pernah juara 2 tingkat kabupaten dalam lomba membuat esai dengan tema bullying, Arlinda juga pernah membuat sebuah buku bersama komunitas bukunya yang berhasil terbit dengan judul Suara GenZ “Generasi Toleran Penegak Perdamaian”.
Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini masih terus mengasah kemampuan berinovasinya. (naw/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana