DUNIA kecantikan menarik perhatian Dea Nisrina. Mahasiswa 22 tahun ini sebelumnya aktif di dunia olahraga, namun beberapa tahun terakhir menekuni tata rias.
Bahkan kini fokus berkuliah di jurusan Tata Rias dan Kecantikan.
Padahal, dunia olahraga dan kecantikan berbeda dan saling bertolak belakang. Walau berawal dari iseng untuk mengisi waktu luang, namun tata rias justru bisa menjadi sarana Dea untuk mengekspresikan diri. Selain itu, menjadi peluang pekerjaan yang lebih luas.
‘’Betul, sangat bertolak belakang dengan hobi sebelumnya di dunia olahraga yang bisa dibilang petakilan. Awal suka dengan tata rias iseng,” ungkap mahasiswa tinggal di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.
Dea sadar di luar sana yang masih beranggapan kuliah di tata rias dan kecantikan itu hanya buang waktu. Sebenarnya berkuliah dalam bidang tata rias tidak hanya diajarkan make up, juga seperti spa, salon, etika, hingga membuat produk kecantikan sendiri.
‘’Ada beberapa kendala dihadapi sebagai mahasiswa kecantikan,” jelas mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tersebut. (irv/msu)
Editor : Hakam Alghivari