ANINDA Gita Vefbyanti menjadi sosok perempuan yang menempuh jalan kemandirian. Meski sudah aktif bekerja sebagai perangkat desa, perempuan anggun asal Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem itu tetap meneruskan pendidikannya hingga tahap akhir.
Aninda, sapaan akrabnya, mengaku tidak terganggu dan tetap bisa membagi waktu, antara pendidikan dan sebagai pelayan masyarakat. ’’Senang menjalaninya sampai sekarang dan merasa kuliah juga tidak terganggu,” ungkap Kaur Tata Usaha dan Umum Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem itu.
Menurutnya, alasan untuk tetap meneruskan kuliah meski telah diangkat perangkat desa akhir tahun lalu. Karena menyelesaikan kuliah sudah jadi bagian tanggung jawabnya dan tidak ada cara lain selain dengan berjuang membagi waktu.
’’Masih menjalani aktivitas penyusunan skripsi dan kerja seperti biasanya,” ungkap perempuan berjilbab dengan ramah. Namun, kesibukan dan kerja kerasnya itu, ternyata sudah dibiasakan sejak bersekolah hingga kuliah.
Bahkan, sejak SMK, ia pernah bekerja sebagai make up artist (MUA) dan mulai aktif dalam organisasi saat berkuliah di Alas Institusi dan Ketua Komisariat DPK GMNI Fakultas Ekonomi Unigoro. ’’Alasan kerja sambil kuliah sendiri karena dulunya sudah kerja lepas (freelance), ya serabutan. Karena ingin belajar mandiri," pungkasnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana