BOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Mengabdi di pondok pesantren (ponpes) ketika duduk di bangku madrasah tsanawiyah (MTs) membuat perempuan bernama Umi Khoirul Hidayah mulai menyukai kegiatan memasak. Memegang dan mengenali bumbu dapur, menurut dia, merupakan pengalaman menyenangkan.
Terlebih, memasak juga bagian dari belajar. Karena ada langkah-langkah atau prosedur di setiap masakan. ’’Ketika memasak itu mesti step by step (tahap per tahap). Jadi, banyak belajarnya,” tutur Umi. Dia menjelaskan, sebelum makanan tersaji banyak tahap dilalui.
Dari menyiapkan peralatan seperti baskom dan penanak nasi. Lalu, mengupas bahan makanan, hingga meracik bumbu. Dalam kegiatannya memasak, dia mengungkapkan, kerap kali tidak berjalan mulus.
Misal ketika mengupas bawang merah, mata akan terasa perih. Bahkan, sampai menangis. Karena tidak kuat menahannya. ’’Waktu menggoreng ayam juga. Tidak jarang tangan saya terkena percikan panasnya minyak goreng,” ceritanya.
Namun, itu semua tidak menjadikan perempuan 21 tahun tersebut trauma atau ingin berhenti memasak. Dia terus menekuninya hingga kini. Karena baginya, memasak bisa menyenangkan banyak orang.
Terutama orang tua (ortu). Apalagi ketika ortu sakit atau berhalangan memasak. ’’Senang gitu kalau bisa memasak ketika ortu sakit atau ada halangan,” tuturnya. Dia menambahkan, lebih suka memasak makanan yang berkuah dan pedas.
Misalnya rica-rica dan sambal. Itu pun tidak lepas dari pribadinya yang suka makanan pedas dan gurih. ’’Paling suka memasak yang berkuah, rica-rica, dan sambal,” pungkasnya. (yna/bgs)
Editor : Hakam Alghivari