BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Tak banyak anak muda yang masih memiliki hobi menulis jurnal harian di zaman digital ini. Namun, hobi tersebut ternyata mampu mengurangi beban, dan melepas kepenatan. Setidaknya, itulah yang dirasakan Fatwatun Nurlaili.
Perempuan asal Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas itu masih memiliki kegemaran menulis jurnal atau yang kerap disebut journaling. Ia menuangkan segala bentuk perasaan, pikiran, ide, atau emosi yang terkait dengan peristiwa yang telah dialami dalam bentuk tulisan.
‘’Manfaat journaling yang aku rasakan, bisa bercerita segala hal yang tidak bisa ceritakan ke orang lain. Karena memang tak semua orang bisa merasa aman untuk bercerita,” ungkap Laili, sapaan akrabnya.
Alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut menilai, journaling bisa memberi ruang untuknya tanpa harus berbagi di sosial media. ‘’Namun memang rerata usia teman-teman yang suka journaling memang lebih tua dari saya,” ceritanya.
Meski tak banyak yang memiliki hobi serupa, namun dirinya tetap konsisten menulis di tengah kesibukkanya sebagai guru bimbingan belajar (bimbel). ‘’Saat ini mengajar bimbel di semua jenjang, dari SD sampai SMA,” terang perempuan lulusan Pendidikan Geografi itu. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari