RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Hari perdana sistem penerimaan murid baru (SPMB) SMPN berlangsung kemarin (4/5). Dalam hari pertama perdaftaran jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi itu sekolah di wilayah kota diserbu emak-emak atau ibu dari calon siswa. Mereka mendatangi langsung sekolah untuk mendaftarkan anak-anaknya.
Para emak-emak tersebut sempat kebingungan dalam memenuhi persyaratan titik koordinat rumah. Untungnya pihak sekolah memberikan pelayanan dan bantuan untuk memenuhi persyaratan tersebut.
Terlebih titik koordinat rumah itu dibutuhkan ketika jumlah pendaftar melebihi pagu. Siswa dengan jarak rumah terdekat dengan sekolah diprioritaskan lolos.
Baca Juga: SPMB Offline SMPN di Bojonegoro Buka Tiga Jalur: Kuotanya 50 Persen
Kepala SMPN 5 Bojonegoro A.H. Moestofa mengatakan ada sebagian orang tua pendaftar yang bingung karena persyaratan kurang lengkap. Seperti koordinat jarak rumah belum ada, akhirnya diminta untuk melengkapi dulu. ‘’Jelas kami bantu (melengkapi),” ungkapnya.
Moetofa menjelaskan, pada pendaftaran hari pertama terdapat 209 pendaftar. Jumlah tersebut melebihi pagu yang tersedia yaitu 160 kursi. ‘’Yang dibutuh 160 pendaftar. Jadi melebihi pagu 49 pendaftar,” jelasnya.
Menurut Moestofa pendaftaran masih dibuka hingga besok (6/5). Sehingga diperkirakan hari ini (5/5) masih terdapat pendaftar. Tentu untuk menentukan siswa diterima akan dilakukan pemeringkatan dengan priotitas jarak rumah terdekat. ‘’Masih banyak yang mau mendaftar, kami sarankan hari ini dan berkas masuk dibatasi pukul 14.00,” ujarnya.
Kepala SMPN 4 Bojonegoro Agus Sugianto mengatakan di jalur afirmasi banyak orang tua atau wali calon siswa yang mendaftarkan anaknya. Namun sebagian kolektif dari guru dari SD asal yang memfasilitasi mendaftarkan.
Agus menjelaskan di hari perdana pendaftaran dibuka jalur afirmasi dengan pagu 45 kursi telah terpenuhi. Namun diperkirakan hari kedua dan ketiga pendaftaran masih terdapat calon siswa mendaftar. ‘’Kemungkinan masih ada pendaftaran jalur afirmasi tetap kami terima,” jelasnya. (irv/bgs)
Editor : Hakam Alghivari