RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Program Angkutan Pelajar Gratis di Kabupaten Bojonegoro kini tak hanya melayani pelajar umum, tetapi juga menjangkau pelajar berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas. Sebanyak 13 armada mikrobus telah disiapkan untuk mengantar jemput siswa di 13 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tersebar di 12 kecamatan.
Kepala Bidang Angkutan Darat dan Sungai Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Aris Hidayatullah, menjelaskan bahwa layanan tersebut mulai beroperasi sejak September lalu. “Beroperasi mulai September di 13 sekolah. Jadi menjangkau seluruh SLB di Bojonegoro,” terangnya.
Aris menambahkan, setiap sekolah memiliki satu armada mikrobus yang disesuaikan dengan kebutuhan pelajar disabilitas. “Karena untuk pelajar berkebutuhan khusus, jadi diberikan pelayanan sesuai,” ujarnya.
Berdasarkan data Dishub Bojonegoro, program tersebut telah memberi manfaat bagi sekitar 700 pelajar disabilitas. Layanan ini direncanakan akan terus berlangsung hingga akhir Desember 2025.
Sekolah yang mendapatkan layanan tersebut meliputi SLBN Sumbang di Kecamatan Bojonegoro; SLBN Gunungsari di Kecamatan Baureno; SLBN Kalirejo di Kecamatan Ngraho; SLBN Balongrejo di Kecamatan Sugihwaras; dan SLBN Tambahrejo di Kecamatan Kanor.
Kemudian SLBN Batokan di Kecamatan Kasiman; serta SLBN Tumbrasanom di Kecamatan Kedungadem.
Selain itu, layanan juga mencakup SLB Putra Harapan di Kecamatan Bojonegoro, SLB PGRI di Kecamatan Kalitidu, SLB PKK Sumberejo di Kecamatan Sumberejo, SLB Tut Wuri Handayani di Kecamatan Kapas, SLB Muhammadiyah di Kecamatan Padangan, dan SLB Widyadhari di Kecamatan Kepohbaru.
Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB) Sanawi, menyambut baik langkah pemerintah daerah yang memperluas jangkauan layanan transportasi ini. “Benar bermanfaat, tapi harus konsekuen sesuai dengan aturan, jadi tidak ada diskriminasi,” ungkapnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana