Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

SDN 1 Kunden, Punya Banyak Sejarah sejak Berdiri Tahun 1910: Dulu Sekolah Perempuan, Masuk Kategori Cagar Budaya

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 3 Mei 2025 | 19:55 WIB
BELAJAR: Siswa kelas 1 SDN 1 Kunden sedang proses kegiatan belajar mengajar. Usia sekolah tersebut telah lebih dari satu abad. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)
BELAJAR: Siswa kelas 1 SDN 1 Kunden sedang proses kegiatan belajar mengajar. Usia sekolah tersebut telah lebih dari satu abad. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Perkembangan pendidikan antarzaman selalu dirayakan pada momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei. Di Blora sendiri terdapat sekolah perempuan pertama atau tertua. Yaitu, sekolah perempuan yang sekarang beralih jadi SDN 1 Kunden. Bangunan sekolah pun layak dijadikan Cagar Budaya.

Kepala SDN 1 Kunden Yani itu menjelaskan, sekolah tersebut berdiri sejak 1 Januari 1910. Kala itu, masih bernama Sekolah Perempuan atau Darmorini. ’’Dulu awalnya itu Darmorini. Lalu, beralih status jadi SDN 1 Kunden dan masuk cagar budaya Blora,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Menurutnya, sekolah tersebut menjadi salah satu sekolah yang masuk cagar budaya dan salah satu yang tertua di Kota Sate. ’’Berdiri sejak 1 Januari 1910 dan masih bernama Darmorini. Lalu, di tahun 1968 beralih status jadi SDN 1 Kunden,” ucapnya.

Selain itu, Yani juga menyampaikan alasan kenapa dinamakan Darmorini hingga menerima peserta didik perempuan dan laki laki. ’’Awalnya dulu memang siswanya saat itu adalah perempuan semua dan kebetulan juga gurunya perempuan. Lalu, dengan perkembangan zaman dalam pendidikan di tahun 1983, sekolah juga menerima peserta didik laki-laki,” terangnya.

Yani juga mengatakan, saat ini masih ada ruangan dan benda-benda yang masih di pertahankan. ’’Yang masih orisinal dan dipertahankan itu ada ruang kelas 1, 4, 5, 6, dan ruang kantor. Kemudian, ada juga kursi dan meja yang berada empat kelas ya sebagian juga juga mengalami kerusakan. Karena kayunya banyak yang keropos,” jelasnya.

’’Juga data-data seperti buku rapot. Yang tersisa, mulai di tahun 1943 sampai tahun 1968 bahkan ada juga rapot siswa yang tidak diambil,” imbuhnya. (hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Kunden #hardiknas #Pendidikan #hari pendidikan nasional #Cagar Budaya #sekolah perempuan #blora #SDN 1 Kunden Blora