BLORA, Radar Bojonegoro – Di tengah sekolah kelebihan siswa pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Tiga SMP satu atap (satap) di Blora tidak bisa penuhi rombongan belajar (rombel).
Kekurangan itu dirasa belum menjadi alasan bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Blora untuk melakukan regrouping SMP di Blora. Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdik Blora Slamet Dwi Cahyono mengungkapkan, pihaknya belum menghitung secara detail angka jumlah siswa yang masuk di setiap sekolah pada PPDB tahun ini.
Namun, pihaknya memastikan terdapat tiga sekolah tak penuhi rombel. ’’Kalau baru tahu SMP yang memenuhi dan belum memenuhi,” ungkapnya. Slamet memaparkan, tiga sekolah yang rombelnya tidak penuh yakni SMP Satap Bogorejo, SMP Satap Jepon, dan SMP Satap Randublatung.
Mereka tidak bisa memenuhi rombel yang ditentukan pada PPDB tahun ini. Yakni, 25 siswa per kelas. ’’Yang tidak bisa penuhi rombel di SMP yang satu atap saja,” terangnya. Dari segi geografis, sekolah satap tersebut berada di pelosok.
Selain itu, persaingan dengan sekolah swasta. Sehingga, menjadi salah satu alasan kurangnya siswa. Namun, di tengah kurangnya siswa di SMP satap, terdapat SMP yang malah kelebihan siswa. ’’Yang kelebihan siswa terdapat tiga sekolah, yakni SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Blora,” ujarnya.
Menurutnya, SMP satap yang kekurangan siswa belum dirasa perlu untuk dilakukan penggabungan sekolah atau regrouping. Mereka saat ini telah melakukan proses belajar mengajar seperti biasa. ’’Belum perlu untuk penggabungan sekolah,” katanya.
Terkait jumlah anak yang masuk pada PPDB tahun ini di setiap sekolah. Slamet menegaskan, petugas dari disdik masih melakukan proses pendataan. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana