BLORA, Radar Bojonegoro - Sekitar 1.500 anak tidak sekolah sudah diintervensi Dinas Pendidikan (Disdik) Blora. Kini, tersisa sekitar 3.000-an anak belum mentas dari status ATS. Dan, disdik bersiap menuntaskan dengan batas akhir Agustus ke depan.
Sekretaris Disdik Blora Nuril Huda mengatakan, pihaknya tengah melakukan proses intervensi para ATS tersebut. ’’Pertengahan tahun ini, tepatnya minggu ini sudah 1.500-an anak kami intervensi. Sudah kembali ke sekolah,” ucapnya Kamis (20/6).
Ia juga mengatakan, sebetulnya, angka awal yang hampir menyentuh 6.000 ATS tersebut sudah berkurang tanpa intervensi. ’’Itu sudah banyak yang kembali ke sekolah. Setelah kami update, sisanya 3.000-an ATS. Awal Agustus bakal kami tuntaskan,” jelasnya.
Menurutnya, banyak faktor mengakibatkan anak enggan mengemban bangku pendidikan. Seperti faktor ekonomi, psikologis, pola asuh anak, dan sebagainya. ’’Sejauh ini, alasan ekonomi paling mendasar. Kami coba lakukan intervensi seperti membantu permasalahan ekonomi di pribadinya,” ujarnya.
Kebanyakan, lanjut dia, ada ATS yang jadi kuli bangunan. Sehingga, diberi pemahaman agar mau kembali sekolah. ’’Lalu, terkait psikologis dan pola asuh, itu ada di keluarga internal. Mohon untuk keluarga seperti ayah dan ibu, lebih mengerti anaknya,” tegasnya. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana