RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kabupaten Lamongan selama lima tahun telah menjadi produsen padi tertinggi di Jatim, kemudian disusul Kabupaten Bojonegoro. Tingginya produksi tersebut, tidak terlepas dari ketersediaan pupuk yang diproduksi PT Petrokimia Gresik untuk petani.
Untuk memertahankan prestasi dua kabupaten wilayah edar Jawa Pos Radar Bojonegoro tersebut, jajaran direksi Jawa Pos Radar Bojonegoro menyatukan persepsi dengan Petrokimia Gresik kemarin (23/9).
Audiensi media terbesar di Bojonegoro, Lamongan, dan Blora itu, diterima langsung Assistant Vice President Media Corporate Communication Department PT Petrokimia Gresik dan jajarannya.
‘’Kunjungan ini bertujuan membangun komunikasi yang baik antara media dengan PT Petrokomia Gresik,’’ kata Direktur Radar Bojonegoro Bachtiar Febrianto.
Baca Juga: Pimpinan Jawa Pos Radar Bojonegoro Silaturrahmi ke Mapolres Bojonegoro: Perkuat Sinergi
Menurut dia, media memiliki peran strategis dalam menyukseskan program ketahanan pangan di Indonesia. Karena itu, kolaborasi ini penting agar aspirasi antara petani dan pengusaha ini dapat terfasilitasi dengan baik.
Assistant Vice President Media Corporate Communication Department PT Petrokimia Gresik Try Desriady mengatakan, forum ini sangat penting. Agar informasi tepat dan akurat, karena dari sumbernya langsung.
Beberapa bulan lalu, PT Petrokimia cukup dirugikan adanya akun yang mengatasnamakan perusahaannya dengan menjual berbagai produk perusahaan yang tidak hanya merugikan, konsumen tapi nama perusahaan.
Terdata ada 328 akun di media sosial, mulai TikTok hingga Facebook yang menjajakan produk seperti pupuk maupun lainnya, sementara barangnya tidak sampai ke pembeli.
Sehingga kerjasama dengan media ini penting agar seluruh informasi ini bisa sampai akurat ke pembaca. “Semoga dengan silaturahmi ini bisa terbangun komunikasi yang baik dan tepat,” ujarnya. (rka/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah