RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tokoh inspiratif di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Blora bakal menerima penghargaan dalam event Radar Bojonegoro Awards 2026 yang berlangsung di Hotel Aston malam ini (17/9).
Jawa Pos Radar Bojonegoro kembali menggelar event istimewa untuk memberikan penghargaan kepada sosok inspiratif yang telah menorehkan kiprah dan kontribusi di berbagai bidang di Bojonegoro, Lamongan, dan Blora.
Mengusung semangat tagline Jawa Pos, Selalu Ada yang Baru, Radar Bojonegoro Awards 2026 juga menghadirkan sesuatu yang baru.
"Tentunya bakal lebih seru dan lebih meriah," kata Ketua Panitia, M. Nur Kozim.
Baca Juga: Bupati Arief Siap Dukung Radar Bojonegoro Award 2026
Radar Bojonegoro Awards 2026 mengapresiasi kepada insan-insan inspiratif dari berbagai bidang, pribadi yang memiliki kiprah menonjol di bidangnya masing-masing.
Tujuh kategori penghargaan disiapkan dalam gelaran tahun ini. Meliputi, Inspiring Healthcare Figures, Inspiring Education Figures, Inspiring Entrepreneurs and Corporations, Inspiring Women, Inspiring Legislators, Inspiring Food Security Pioneers, dan Inspiring Public Figures.
Menurutnya, usulan dari pembaca juga menjadi bagian dalam proses penjaringan nama penerima penghargaan. Selanjutnya, panitia melakukan proses kurasi untuk memastikan kesesuaian nama-nama tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan.
“Secara umum, nama-nama yang diusulkan merupakan tokoh maupun lembaga yang memiliki prestasi, dedikasi, serta kontribusi nyata di bidangnya masing-masing. Selain itu, mereka dinilai mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat," terangnya.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyambut antusias event Radar Bojonegoro Awards 2026. "Sebuah event yang sangat bagus" ujar Bupati Wahono.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, Lamongan menjadi lumbung pangan, dengan data hasil panen padi tertinggi di Jawa Timur.
PDRB terbesar ditopang oleh sektor pertanian. Sehingga pemerintah terus berusaha agar petani Lamongan ini tidak merasa kekurangan apapun.
Dalam masa tanam kedua ini, pemerintah berhasil menyelamatkan ribuan hektare lahan dari ancaman kekeringan, dengan dukungan Kementerian Pertanian melalui bantuan pompanisasi.
Ratusan pompa digelontorkan untuk petani, sehingga air dari waduk maupun rawa bisa sampai ke pertanian dengan lancar. Kemudian Pemkab Lamongan terus melakukan normalisasi dan perbaikan waduk hingga jaringan irigasi.
Saat ini petani tentunya berbahagia karena harga padi tembus Rp 8.400-8.500 per kilogram (kg). Selain itu, digitalisasi pertanian juga terus diterapkan melalui alat tanam modern hingga alat panen modern.
‘’Kita juga dibantu dari Komdigi alat untuk mengecek kualitas air dan kondisi tanah, sehingga petani tidak perlu ke sawah karena bisa memantau dari jauh,” ujar Bupati Yes.
Baca Juga: Radar Bojonegoro Award 2026 Hadirkan Tujuh Kategori Penghargaan Inspiratif
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, komunikasi dengan media menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Sebab, media memiliki peran dalam menyampaikan informasi sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengetahui perkembangan berbagai program pemerintah.
“Media dan pemerintah harus terus berkomunikasi. Banyak hal yang perlu disampaikan kepada masyarakat, termasuk capaian maupun program-program yang sedang kita jalankan,” ujar Arief.
Salah satu yang menjadi perhatian Pemkab Blora adalah sektor pertanian. Arief menyebut pengembangan pertanian terus didorong agar tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi petani.
“Pertanian menjadi salah satu potensi besar Blora. Kita ingin petani tidak hanya memproduksi, tetapi bagaimana hasil pertaniannya memiliki nilai tambah. Salah satunya kita dorong melalui beras organik,” jelasnya. (ewi/hul/rka/zim/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah