Catatan Menjelang Radar Bojonegoro Awards 2026, Menjaga Tradisi Prestasi, Menyalakan Inspirasi

Bachtiar Febrianto • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB
BACHTIAR FEBRIANTO (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BACHTIAR FEBRIANTO (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
 
Bachtiar Febrianto, Direktur Jawa Pos Radar Bojonegoro

Dunia media berubah begitu cepat. Jika dahulu informasi disampaikan melalui koran, radio, dan televisi, kini masyarakat memperoleh informasi dalam hitungan detik melalui website, platform digital, dan media sosial.

Perubahan tersebut membuat media tidak cukup hanya menjadi penyampai informasi. Media dituntut mengambil peran lebih luas sebagai bagian dari ekosistem perubahan. Karena itu, Jawa Pos Radar Bojonegoro terus bertransformasi menjadi perusahaan multiplatform. Tidak hanya mempertahankan koran, tetapi juga mengembangkan media digital, media sosial, hingga event organizer yang menghadirkan berbagai kegiatan bagi masyarakat.

Dalam konteks itulah Radar Bojonegoro Awards hadir. Award bukan sekadar acara pemberian penghargaan. Lebih dari itu, ia merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras, inovasi, dan kontribusi berbagai pihak bagi kemajuan daerah.

Radar Bojonegoro Award tahun ini yang akan digelar nanti malam di Hotel Aston Bojonegoro memberikan perhatian khusus pada ketahanan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat.

Mengapa pangan? Karena pangan bukan sekadar persoalan produksi. Pangan menyangkut kehidupan, kesejahteraan, dan masa depan bangsa bahkan umat manusia.

Dan kita patut bangga. Tiga daerah yang menjadi wilayah edar Radar Bojonegoro, yaitu Bojonegoro, Lamongan, dan Blora memiliki potensi sekaligus prestasi luar biasa.

 

Baca Juga: Bupati Setyo Wahono Sambut Antusias Radar Bojonegoro Awards 2026

 

Lamongan selama lima tahun terakhir berturut-turut sukses mempertahankan prestasi sebagai produsen beras nomor satu di Jawa Timur. Bojonegoro sukses melakukan lompatan yang luar biasa. Dari peringkat empat produksi beras Jawa Timur, kini melejit menjadi peringkat kedua dan menjadi pesaing serius Lamongan. Sementara Blora menunjukkan inovasi, baik dalam pengembangan beras organik, jagung, maupun peternakan sapi potong.

Tiga daerah, tiga karakter, tetapi memiliki satu semangat yang sama: membangun ketahanan pangan melalui kerja nyata dan inovasi.

Semangat itu pula yang dihadirkan dalam tujuh kategori Radar Bojonegoro Awards 2026. Yakni Kategori Ketahanan Pangan Inspiratif, Legislator Inspiratif, Perempuan Inspiratif, Publik Figur Inspiratif, Bidang Pendidikan Inspiratif, Bidang Kesehatan Inspiratif, Dan Pengusaha dan Perusahaan Inspiratif.

Tujuh kategori ini menunjukkan bahwa prestasi tidak hanya lahir dari satu bidang. Prestasi bisa lahir dari sawah, ruang kelas, rumah sakit, gedung parlemen, dunia usaha, maupun dari mereka yang setiap hari hadir dan bekerja untuk masyarakat.

Pemikiran tersebut perlu terus dikembangkan. Tantangannya bukan sekadar mencari siapa yang layak menerima penghargaan, tetapi menemukan bidang-bidang baru yang membutuhkan apresiasi dan sosok-sosok yang mampu menjadi inspirasi.

Baca Juga: Bupati Arief Siap Dukung Radar Bojonegoro Award 2026

Penghargaan juga tidak boleh berhenti pada seremoni dan piagam. Ia harus mampu menciptakan efek yang lebih panjang: membuat sebuah prestasi diketahui, diapresiasi, ditiru, dan kemudian melahirkan prestasi berikutnya.

Inilah yang ingin terus dibangun Radar Bojonegoro. Sebab penghargaan yang baik bukan hanya merayakan mereka yang telah berprestasi, tetapi juga menyalakan semangat bagi mereka yang belum berprestasi untuk mulai berbuat.

Karena itu, Radar Bojonegoro Award bukan sekadar agenda tahunan. Ia harus menjadi tradisi untuk mengapresiasi inovasi dan prestasi yang bisa menjadi inspirasi.

Dari Bojonegoro, Lamongan, dan Blora, semoga semakin banyak inspirasi yang lahir dan semakin banyak prestasi tumbuh untuk Indonesia (*)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Radar Bojonegoro Awards Hotel Aston Bojonegoro radar bojonegoro jawa pos radar bojonegoro