RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ahmad Supriyanto, (46), lahir dari keluarga sederhana. Almarhum ayahnya, tukang becak. Almarhumah ibundanya penjual sayur (terong) di Pasar Sumberrejo.
Supriyanto menghabiskan masa kecil dan remajanya di Desa Jatigede, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sebagai anak tunggal, ia saban hari membantu kedua orang tuanya berjualan di pasar selepas pulang sekolah.
Supriyanto sejak kecil telah ditempa kedua orangtuanya menjadi sosok pribadi yang tangguh dan visioner. Itu terbukti ketika dirinya terjun di dunia politik.
Di usianya yang masih relatif muda, Supriyanto dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di kepengurusan DPD Partai Golkar Bojonegoro. Yakni Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olah Raga, Ketua AMPG Bojonegoro, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Ketua AMPI Bojonegoro.
Mas Pri, dikenal sebagai kader muda potensial Partai Golkar Bojonegoro. Ia dipercaya menjadi Sekretaris Tim Pemenengan Setyo Wahono-Nurul Azizah, dan sukses mengantarkannya menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro.
Dia juga menjadi anggota DPRD dua kali dari daerah pemilihan 3 (Baruno, Kanor dan Kepohbaru), yakni periode 2014-2019 dan 2019-2024. Selain itu, sekarang ini juga menjabat sebagai Ketua Komisi C dan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bojonegoro.
"Saya berasal dari keluarga yang sangat sederhana, saya anak tunggal. Bapak saya almarhum seorang tukang becak, emak saya almarhumah penjual sayuran di pasar Sumberejo/Angke bakul terong (lapaknya masih). Jadi tidak ada latar belakang politik sama sekal,' ujarnya.
Meski tidak memiliki darah politisi, namun Mas Pri, sapaan akrabnya, mampu membuktikan bahwa siapapun bisa menggapai mimpi dengan tekad, semangat dan kesungguhan.
"Sejak menjadi pemilih pemula saya sudah senang dengan kegiatan-kegiatan politik, meskipun masih menjadi simpatisan, ikut kampanye dan kegiatan-kegiatan sosialisasi. Hingga kemudian saat Bu mitroatin mau menjadi ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, dalam prosesnya saya di mintai bantuan untuk menjadi tim beliau dan kemudian beliau jadi ketua saya di minta menjadi pengurus DPD Partai Golkar Bojonegoro. Dari situlah kemudian saya terlibat politik praktis," kenangnya.
Karier Mas Pri di dunia politik terbilang moncer. Itu tidak lepas dari sikap profesionalitas yang ditunjukkannya sebagai kader partai Golkar, dan wakil rakyat. Ia mampu membangun komunikasi yang baik dengan konstituennya tanpa dibatasi ruang dan waktu, merealisasikan usulan usulan masyarakat di ruang ruang aspirasi, dan selalu menyapa masyarakat dengan turun ke lapangan.
"Partai dan DPRD itu adalah sarana untuk menyampaikan kepentingan masyarakat yang kemudian agar sebisa mungkin di kapitalisasi menjadi kepentingan publik pemerintah," tegasnya.
Mas Pri mengakui, tantangan partai politik kedepan tidak mudah, karena dihadapkan dengan situasi yang cenderung pragmatis, dan kompetisi dengan partai lain yang cenderung bukan pertarungan ide gagasan. Sehingga ke depan dirinya akan memperkuat karakter Golkar sebagai kader, dengan mengkonsolidasi internal, merekrut kader baru dan terbuka untuk semua elemen masyarakat serta merangkul kader kader muda sebanyak mungkin. Agar Golkar bisa maksimal bahkan bisa memenangi kompetisi.
"Kita akan siapkan program dan kegiatan yang menarik Gen Z, dengan membuat mereka nyaman dan suka dengan kegiatan tersebut dengan tidak memaksa mereka masuk dalam dunia politik praktis," tandas politisi yang aktif di komunitas sedekah bergerak ini.
Mas Pri berharap musyawarah daerah (Musda) XI yang akan digelar dalam waktu dekat ini bisa menjadi sarana memperkuat Golkar sebagai partai kader untuk memenangkan pemilu 2029.
"Golkar harus bisa survive dan kembali menjadi pemenang. Caranya dengan memperkuat identitas partai sebagai partai kader dan akan kita perkuat sampai akar rumput," pungkasnya. (cho)
BIODATA
Nama : Ahmad Supriyanto, SPd. MH
Usia : 46 Tahun
Pendidikan:
MAN 1 Bojonegoro (1994-1997)
S1 Universitas Islam Darul Ulum Lamongan (1998-2002)
S2 Universitas Wijaya Putra (2020-2022)