RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tahapan debat publik calon pemimpin daerah Bojonegoro telah berakhir terselenggara pada Minggu, (17/11). Penampilan pasangan calon 02, Setyo Wahono dan Nurul Azizah impresif dari awal hingga akhir.
Salah satu yang mencolok dan jadi perhatian, ketika calon wakil bupati (Cawabup) Nurul Azizah membeberkan dengan jelas bagaimana membentuk keluarga bahagia agar angka perceraian di Bojonegoro menurun. Juga, mengantisipasi agar angka pernikahan dini dapat diantisipasi.
“Artinya pembangunan ini adalah berkeadilan. Apa yang kita sampaikan, bahwa diskriminasi ini adalah tidak ada suatu penindasan tidak ada keterpaksaaan,” jelas Nurul Azizah.
Bojonegoro saat ini memiliki angka pernikahan dini yang cukup tinggi. Hal ini sebagian besar menjadi pemicu terciptanya diskriminasi terhadap perempuan hingga berujung perceraian.
Cawabup paslon 02 tersebut menganggap harus ada yang diperbaiki. Perlu adanya pembentukan keluarga bahagia. Ada tiga poin penting yang disampaikan dalam debat Minggu malam tersebut.
“Angka pernikahan dini tadi yang harus (diperbaiki, red) pertama adalah dari sisi pendidikan. Yang kedua adalah bagaimana ekonominya mapan. Karena angka perceraian rata-rata dikarenakan ekonominya belum mapan. Kemudian yang ketiga, tentunya sopan santun dan adab. Ini juga pendidikan fundamental (dalam, red) pendidikan agama,” bebernya.
Menurut Nurul, dengan tiga poin ini nantinya akan menjadi kontribusi besar bagi keluarga hingga anak-anak kelak. Dari segi pendidikan, ekonomi, dan juga adab merupakan kombinasi tepat membentuk keluarga bahagia.
“Kemudian diskriminasi yang terjadi tentu tidak akan (ada,red) lagi. Saat ini pembelajaran kepada generasi muda untuk adab, untuk meningkatkan pendidikan, untuk meningkatkan ekonomi. Dan tentunya sekali lagi adalah mengurangi angka kemiskinan,” pungkasnya. (*/kam/cho)
Editor : Hakam Alghivari