BLORA, Radar Bojonegoro – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Blora akan menggelar debat perdana pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 Senin (4/11).
Adu gagasan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati itu akan menggunakan panelis dari luar kota. Alasannya, lebih objektif dan tanpa tendensi.
Ketua KPUK Blora Widi Nurintan menjelaskan, debat pertama pada 4 November. Dengan menghadirkan panelis dari luar kabupaten Blora. ‘’Panelis dari cendekiawan. Mereka dari kalangan dosen, penulis, dan pengamat. Semua dari luar Blora,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Dia menjelaskan, panelis dari luar kota dengan beberapa pertimbangan, di antaranya lebih objektif tak ada tendensi politik ke salah satu pihak. Kemudian pertanyaan panelis tidak mengarah dan menyudutkan salah satu paslon.
Pelaksana debat rencananya siang hari. Tepatnya pukul 13.00. Berbeda dengan daerah lain memilih malam hari.
‘’Pertimbangkan soal keamanan dan pengamanan dari Polres. Kemudian kedua kota tidak memiliki tempat, fasilitas maupun gedung yang mumpuni,’’ tuturnya.
Sementara untuk tema akan mengangkat tentang ekonomi berkualitas untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat Blora, melingkupi persoalan ekonomi, kesehatan, SDA, dan pembangunan di desa.
‘’Teknisnya, nanti debatnya satu paket. Calon bupati dan wakil semua punya hak bicara,’’ paparnya.
Agar lebih jelas, KPUK Blora akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan masing-masing paslon atau lewat LO untuk menjelaskan teknis debat lebih detail.
Untuk mengakomodir para pendukung, ada potensi nobar di beberapa titik. Dengan mengadakan nonton bareng. ‘’Untuk debat pertama kira-kira begitu. Namun ada rencana debat dua kali. Satu lagi tanggal 17. Namun masih dalam rencana. Tergantung situasinya nanti,’’ imbuhnya. (hul/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana