MESKI sudah beberapa kali koordinasi antar tim pemenangan masing-masing calon Pilkada Bojonegoro digelar, namun belum pernah mencapai mufakat.
KPUK berencana bakal kembali menggelar koordinasi lagi dengan kedua tim paslon. Tujuannya membahas format baru disepakati kedua pihak.
‘’Sangat disayangkan pelaksanaan debat perdana batal,’’ keluh Ketua KPUK Bojonegoro Robby Adi Perwira Senin (21/10).
Robby menyampaikan permintaan maaf di hadapan awak media. Pembatalan debat terpaksa dilakukan karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.
‘’Dibatalkannya debat perdana calon wakil bupati (cawabup) karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan dilanjutkan,” ungkap dia ketika ditemui di ruang kerjanya.
Menyikapi hal itu, Robby akan koordinasi kembali dengan kedua belah pihak atau paslon. Tujuannya membahas format debat yang disepakati kedua tim. Ketika ditanya lebih lanjut apakah debat perdana dianggap selesai atau dijadwal ulang, pihaknya mengatakan, bergantung kesepakatan kedua pihak.
Alumnus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu menambahkan, sebelumnya sempat terjadi komunikasi kedua pihak dari masing-masing paslon. Namun, belum mencapai kesepakatan atau deadlock. Sehingga berharap komunikasi ke depan bisa saling memahami dan mencapai kesepakatan.
‘’Selanjutnya demi masyarakat Bojonegoro, demi keamanan dan ketertiban semoga debat berikutnya saya coba nanti mengoordinasikan. harapannya kedua pihak bisa saling memahami,” harap Robby tanpa didampingi komisioner lainnya.
Disinggung perihal laporan tim pemenangan paslon 01 ke bawaslukab, pihaknya mengaku belum mengetahui. Tapi, menurutnya, itu hak untuk melaporkan. ‘’Kapan itu laporannya. Saya belum mengetahui,” katanya. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari