RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Warga Desa Soko, Kecamatan Temayang, minta Cabup nomor urut 2, Setyo Wahono untuk membangun tempat pengolahan pupuk organik. Mereka meminta lengkap dengan peralatannya supaya mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman yang dikelola para petani.
Permintaan warga ini disampaikan langsung kepada Cabup yang berpasangan dengan Cawabup Nurul Azizah itu saat menggelar kampanye dialogis bertajuk Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Dusun Sekidang, Desa Soko. Kegiatan ini dihadiri ratusan warga, yang mayoritas para petani hutan.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah warga yang hadir tampak memanfaatkan momen untuk menyampaikan permintaan dan keluhannya kepada Cabup Bojonegoro, Setyo Wahono. Tanpa sungkan, mereka langsung menyampaikan beberapa harapan dan permintaan jika nanti Wahono dan Nurul Azizah terpilih sebagai pemimpin di Bojonegoro.
Keluhan dan permintaan mereka cukup beragam, mulai dari perbaikan jalan poros Kampung (Desa) yang rusak, tersedianya air bersih untuk kebutuhan sehari hari. Termasuk mereka juga meminta, pengadaan tiang listrik hingga dibuatkan tempat pengolahan pupuk organik lengkap dengan peralatannya.
Nahrullah, salah satu warga Desa Soko mengatakan, selain perbaikan infrastruktur, warga juga membutuhkan tempat pengolahan pupuk organik. Karena menurutnya, penduduk di desa tersebut mayoritas petani jagung.
“Saya minta jika bapak Wahono menjadi bupati nanti, kami ingin ada tempat pengolahan pupuk organik lengkap dengan segala peralatannya di desa ini,” pintanya kepada Wahono dihadapan seratusan warga yang hadir, Rabu (16/10).
Dia juga menambahkan, dengan adanya pengolahan pupuk organik, maka ketersediaan sumber nutrisi bagi tanaman warga bisa terpenuhi saat masa tanam tiba. Selan itu, pupuk organik juga memiliki harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan pupuk kimia.
Permintaan warga ini mendapat respon positif dari Cabup Setyo Wahono, kata dia jika menjadi Bupati Bojonegoro nanti, hal itu akan diusahakan. Sebab dia menilai sudah saatnya ada tempat pengolahan pupuk di Kecamatan Temayang yang menjadi lumbung pangan masyarakat.
“Kami siap mengabulkan apa yang menjadi permintaan warga di sini, termasuk pengadaan tempat pengolahan pupuk organik disertai peralatannya,” kata Wahono.
Menurut Wahono, ketersediaan pupuk organik juga akan membuat warga tidak lagi tergantung dengan pupuk kimia yang harganya terus melonjak. Selain itu, pupuk organik juga dapat menjadi alternatif bagi warga yang bermodal cekak secara mandiri.
“Jadi, ini mempermudah bagi petani hutan untuk mendapatkan pupuk organik kedepannya. Karena petani hutan itu di Bojonegoro jumlahnya hampir 30 hingga 40 persen,” pungkas Wahono. (*/edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana