BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Logistik pemilihan umum kepala daerah (pilkada) mulai datang. Seperti kotak suara hingga tinta. Namun, terkait surat suara masih proses.
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro hanya menyiapkan satu gudang. Karena, logistik pilkada dianggap lebih sedikit dibanding Pemilu 2024 lalu.
‘’Alhamdulillah sudah kita hitung (pertimbangkan) terkait gudang,’’ jelas Ketua KPUK Bojonegoro Robby Adi Perwira Selasa (1/10).
Robby melanjutkan, jika pada pemilihan umum (pemilu) sebelumnya menggunakan dua gudang yakni belakang kantor KPUK Jalan K.H. Moh. Rosyid dan di Kecamatan Kalitidu, berbeda pada kontestasi politik saat ini.
Menurutnya, untuk pemilihan 27 November mendatang hanya menggunakan satu gudang. Sebab, kebutuhan logistik tidak sebanyak saat pemilu.
‘’Di pemilu karena (logistik) lebih banyak jadi ada tambahan di Kecamatan Kalitidu. Karena kali ini (pilkada) hanya dua jenis pilihan, gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati, maka gudang di belakang (kantor KPUK) cukup,’’ jelasnya.
Untuk logistik, lanjut dia, telah datang di antaranya kotak suara, kabel ties, dan tinta. Kotak suara datang pada 18 September sebanyak 4.240 kotak.
Menurut Robby, perakitan kotak suara menggunakan kabel ties dilakukan selama empat hari dan dikerjakan 10 pekerja.
‘’Empat hari selesai dilakukan setiap harinya pukul 08.00-16.00. Untuk kesiapan lainnya sebelum kotak suara datang kami sudah antisipasi dengan menyemprot pembasmi serangga seperti rayap dan mengecat khawatir bocor (saat hujan),’’ bebernya.
Terkait surat suara, tambah dia, belum datang karena masih proses. Di antaranya desain harus disepakati kedua pasangan calon (paslon) hingga baru dikirim ke Jakarta untuk dicetak.
Sedangkan, untuk mengantisipasi cuaca seperti hujan, Robby menuturkan, kotak suara dilapisi dengan plastik. Baik logistik yang ada di dalam kotak suara maupun kotak suaranya. ‘’Karena baru ditetapkan dan butuh approval (persetujuan),’’ terangnya.
Sementara itu, Sekretaris KPUK Bojonegoro Arif Afandy menambahkan, distribusi logistik pemungutan suara tidak bisa dipisah-pisah. Harus dalam satu paket.
Seperti kotak suara, tinta, alat coblos, hingga surat suara. ‘’Semua barang keluar dari KPUK dalam bentuk paketan. Isinya masing-masing kotak suara untuk gubernur dan bupati,’’ pungkas Arif. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana