RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati-Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono dan Nurul Azizah berencana mendaftarkan diri sebagai pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro) pada Rabu (28/8). Koalisi partai politik (parpol) pengusung bapaslon tersebut (Koalisi Bojonegoro Maju) mengadakan rapat koordinasi di Café Baresta, di Sembung, Kecamatan Kapas pada Selasa pagi (27/8).
Rencananya, bapaslon Wahono-Nurul akan berangkat dari kediaman Wahono di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo menuju KPUK Bojonegoro. Diperkirakan rombongan bapaslon akan tiba di kantor KPUK Bojonegoro pukul 9 pagi.
Awalnya rapat koordinasi direncanakan dibarengkan dengan deklarasi oleh Koalisi Bojonegoro Maju. Namun, Setyo Wahono berhalangan hadir karena harus pergi ke Jakarta untuk memperoleh rekomendasi salah satu parpol.
“Tidak mungkin mengadakan deklarasi tanpa disaksikan calon bupati, beliau mendadak ke Jakarta karena ada sesuatu yang perlu didiskusikan secara politik,” ujar Sekretaris Koalisi Bojonegoro Maju, Ahmad Supriyanto.
“Rapat ini juga sekaligus rapat perdana tim kampanye Koalisi Bojonegoro Maju, dengan isi pengurus parpol pengusung,” lanjut Supriyanto.
Pria yang juga anggota Fraksi Golkar DPRD Bojonegoro tersebut belum terang-terangan menyebutkan partai mana yang akan mengikuti gerbong pendukung Wahono-Nurul, namun tidak memungkiri bahwa peluangnya terdiri antara PDI Perjuangan atau PKB.
“Kami belum bisa menjelaskan, mungkin satu-dua jam baru terjawab. Kalau bisa dua-duanya, tapi saya belum berani menjawab,” kata pria yang kerap disapa Pak Pri tersebut.
Koalisi Bojonegoro Maju sendiri telah diperkuat oleh 11 dari 13 parpol yang memiliki kursi di DPRD Bojonegoro. Setelah Partai Gerindra dan Demokrat terlebih dahulu memberikan rekomendasi untuk Wahono-Nurul, hampir seluruh parpol turut memberikan rekomendasi, terbaru Partai Gelora menjadi parpol pengusung, dan menyisakan PDI Perjuangan serta PKB.
Disinggung tentang kemungkinan bertarung melawan bumbung kosong, Supriyanto mengaku tidak masalah dan tetap akan ngotot dalam kontestasi Pilkada meskipun nantinya hanya ada satu bapaslon peserta.