RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Suhu politik internal Pemkab Blora mulai menghangat, seiring proses pengisian kekosongan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora. Berdasarkan hasil seleksi administrasi, terdapat sembilan calon yang menjalani proses berikutnya menuju kursi nomor tiga di Pemkab Blora. Delapan dari sembilan calon itu sekarang menjabat kepala organisasi perangkat daerah (OPD), sisanya sekretaris OPD internal pemkab setempat. Bupati Blora Arief Rohman memastikan transparansi dalam proses seleksi Sekdakab Blora. Saat ini sembilan peserta memasuki tahap seleksi tertulis dan wawancara di hadapan panitia seleksi (pansel).
Sembilan orang yang mengikuti seleksi itu yakni Kepala Dinkes Blora Edi Widayat, Inspektur Daerah Kabupaten Blora Irfan Agustin Iswandaru, Kepala Dinporabudpar Blora Iwan Setiyarso, Kepala Dinas Arspusda Blora Mohamad Toha Mustofa, Kepala DP4 Blora Ngaliman, Kepala BPPKAD Blora Pitoyo Trusingtyas, Kepala Disdik Blora Sunaryo, Kepala Dinas PMD Blora Yayuk Windrati, dan Sekretaris BPPKAD Blora Susi Widyorini.
Bupati Blora Arief Rohman menjelaskan, jika proses seleksi sekda di Blora melibatkan Pansel dari Sekda Provinsi Jateng.
"Jumat ini ada wawancara peserta dan tes tertulis," katanya.
Baca Juga: ASN Luar Daerah Blora Berpeluang Ikut Seleksi Sekda
Menurutnya dari hasil seleksi itu akan segera ditetapkan siapa yang terpilih. Sehingga segera bisa menetapkan sekda definitif.
"Segera kita tetapkan sekda definitif," tegasnya.
Sementara itu, Kabid Mutasi dan Pengembangan Pegawai BKPSDM Blora Mughfironi Ghufron menjelaskan, jika dari keseluruhan nilai dalam tahapan seleksi akan diakumulasikan.
"Dipilih tiga terbaik," tambahnya.
Hasilnya kemudian dilaporkan ke Bupati Blora, Gubernur Jawa Tengah, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan persetujuan. Barulah kemudian diumumkan tiga terbaik.
"Setelah itu hak prerogatif Bupati. Harapannya semua bisa rampung pada akhir Oktober," jelasnya. (ozi/ind/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah