RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pengalaman panjang di bidang administrasi, pengelolaan data, hingga kepemiluan menjadi modal Arif Afandy, S.Kom., M.S. dalam menjalankan berbagai amanah di lingkungan pemerintahan. Dedikasi dan kontribusinya dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang adaptif, efektif, transparan, serta berbasis teknologi mengantarkannya meraih penghargaan The Inspiring Public Figures dalam Radar Bojonegoro Awards 2026.
Penghargaan tersebut diberikan Jawapos Radar Bojonegoro pada malam puncak Radar Bojonegoro Awards 2026 di Ballroom Aston Hotel Bojonegoro, Kamis malam (17/9). Apresiasi itu menjadi bentuk penghargaan atas kiprah Arif dalam menjalankan tugas sekaligus mendorong inovasi untuk memperkuat pelayanan publik.
Baca Juga: Dr. KH Tamam Syaifuddin, M.Si. Raih Radar Bojonegoro Awards 2026
Arif mengaku bersyukur sekaligus berterima kasih atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan menjadi pengingat bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan di lingkungan pemerintahan pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi saya. Apa yang kita kerjakan di pemerintahan bukan semata-mata tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi bagaimana pekerjaan itu bisa memberikan manfaat dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Perjalanan Arif di pemerintahan tidak lepas dari pengalamannya di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro. Pengalaman tersebut membentuk kapasitasnya dalam mengelola administrasi, data, serta berbagai proses kerja yang membutuhkan ketelitian dan keterbukaan.
Konsistensi tersebut kemudian membawanya dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bojonegoro. Posisi tersebut memiliki peran strategis di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat, akurat, serta mudah diakses., Pria lulusan S2 jurusan Management of Technology dari New York University ini menambahkan, transformasi digital harus ditempatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Teknologi tidak boleh berhenti pada penggunaan aplikasi atau sistem digital, tetapi harus mampu membuat proses pemerintahan menjadi lebih mudah, cepat, transparan, dan terukur.
“Teknologi itu alat. Yang paling penting adalah bagaimana alat tersebut kita gunakan untuk memudahkan masyarakat. Karena itu, transformasi digital harus dibarengi dengan perubahan cara kerja dan budaya pelayanan,” jelasnya.
Awardee LPDP Tahun 2021 ini juga menyampaikan, bahwa keterbukaan informasi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Informasi yang dikelola dengan baik dan disampaikan secara terbuka diharapkan dapat membuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat semakin efektif.
“Ke depan tentu masih banyak yang harus kita lakukan. Penghargaan ini justru menjadi penyemangat untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik,” tuturnya.
Penghargaan The Inspiring Public Figures menjadi apresiasi atas kiprah Arif dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif. Perjalanan dan pengalamannya menunjukkan bahwa transformasi digital tidak semata berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bojonegoro. (tih)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah