Kawal Ekonomi dan Pangan Blora, Lanova Chandra Dorong Pembangunan Daerah Dari Berbagai Sektor

Muhammad Suaeb • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 07:10 WIB
DEKAT DENGAN MASYARAKAT: Wakil Ketua DPRD Blora dari Fraksi Gerindra, Lanova Chandra Tirtaka saat foto bersama para penerima bantuan stimulan perumahan swadaya di Desa Nglangitan.
DEKAT DENGAN MASYARAKAT: Wakil Ketua DPRD Blora dari Fraksi Gerindra, Lanova Chandra Tirtaka saat foto bersama para penerima bantuan stimulan perumahan swadaya di Desa Nglangitan.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Wakil Ketua DPRD Blora dari Fraksi Gerindra, Lanova Chandra Tirtaka, mendorong penguatan sektor ekonomi produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah potensi daerah, mulai kehutanan, pertanian hingga minyak dan gas bumi (migas), menjadi perhatian. Di sektor kehutanan, Lanova mendorong pengembangan program CSR Pupuk Indonesia untuk kawasan perhutanan sosial. Program tersebut menyasar sekitar 2.000 hektare lahan yang tersebar di 11 desa dan melibatkan tiga Kelompok Tani Hutan (KTH). Sekitar 4.000 petani ditargetkan memperoleh manfaat melalui pengembangan agroforestri. Selain meningkatkan produktivitas lahan, program tersebut diarahkan untuk mendukung pemulihan fungsi kawasan hutan.

Baca Juga: Dr. KH Tamam Syaifuddin, M.Si. Raih Radar Bojonegoro Awards 2026

“Program ini direncanakan mulai kick-off pada September mendatang dengan nilai bantuan yang cukup besar. Targetnya sekitar 4.000 petani akan menerima manfaat,” ujarnya.

Lanova menegaskan, pengembangan kawasan hutan harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pengembangan agroforestri sekaligus mengembalikan fungsi kawasan hutan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Tak hanya kehutanan, Lanova juga mendorong penguatan PT Blora Patra Energi (BPE) melalui kerja sama dengan PT Saka Energi Indonesia. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan peran BUMD dalam mengoptimalkan potensi migas daerah.

Dokumen Jawapos Radar Bojonegoro
Dokumen Jawapos Radar Bojonegoro

 “Kita perlu mendorong transformasi BPE supaya lebih mandiri dan kuat. Dengan potensi migas yang dimiliki Blora, sudah saatnya BPE menjadi pemain besar di daerah sendiri dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah maupun kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sektor pangan juga menjadi perhatian. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) Blora pada 2025 mencapai 530.818 ton. Produksi beras sekitar 305.252 ton dan jagung 482.466 ton. Menurut Lanova, potensi tersebut perlu diikuti kebijakan yang memperkuat posisi petani, terutama terkait akses pasar dan keberlanjutan produksi.

“Harapannya Kabupaten Blora bisa meningkatkan ketahanan pangan lebih baik lagi. Potensi yang ada harus terus dikembangkan dan dikelola bersama,” harapnya.

Dia menilai, penguatan ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta.

“Kerja DPRD tidak bisa sendiri. Harus ada komunikasi dan kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya. (*)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
ekonomi produktif BUMD Lanova candra migas PT Blora Patra Energi