RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kinerja Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro masih menjadi sorotan, setelah adanya tunggakan pencairan tunjangan profesi guru (TPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) mulai Mei hingga September 2026.
Kalangan aktivis dan pembina guru mendesak lembaga dengan semboyan ikhlas beramal itu transparan dalam pengelolaan anggaran.
Pembina Guru PAI Kabupaten Bojonegoro, Abdul Jalil, meminta Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro memberikan kepastian serta informasi transparan terkait pencairan tunjangan.
Guru memahami pencairan TPG harus melalui mekanisme administrasi, verifikasi data, dan koordinasi lintas instansi yang tidak sederhana.
Baca Juga: Kinerja Kemenag Disorot Terkait Tunggakan Pencairan TPG PAI PPPK, KPPN Pastikan Anggaran Tersedia
"Namun, di sisi lain, tunjangan profesi ini bukan sekadar tambahan penghasilan," tambahnya.
Kepala SMAN 1 Sugihwaras itu menegaskan, guru PAI memiliki tanggung jawab dalam mendidik ilmu sekaligus membentuk akhlak generasi. Karena itu, tunjangan profesi merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan amanah yang diemban guru.
Keterlambatan pencairan juga dinilai berdampak pada kesejahteraan guru dan keluarga. Karena berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan dasar. Juga bisa mempengaruhi fokus guru dalam membagikan ilmu kepada anak didiknya.
"Padahal kita berharap guru bisa mengajar dengan tenang, fokus, dan hari yang lapang," ujarnya.
Dia mengatakan, bahwa kepastian waktu pencairan diperlukan. Wujud dari menjaga kepercayaan guru terhadap pemerintah dan lembaga terkait.
Untuk itu, ia berharap, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Kantor Kemenag Bojonegoro, dan seluruh pihak terkait. Untuk bisa memberikan informasi yang jelas, transparan, dan berkala terkait adanya kendala yang dialami. Serta, memberikan timeline pencairan TPG untuk PPPK PAI di Bojonegoro.
Selain itu, lanjutnya, untuk mempercepat proses administrasi dan koordinasi. Agar hak guru dapat segera disalurkan. Juga, memprioritaskan komunikasi dua arah dengan guru. Agar tidak ada ruang untuk berspekulasi maupun keresahan.
"Kami yakin semua pihak memiliki niat baik yang sama. Yakni, memajukan pendidikan dan memuliakan guru," ujarnya.
Dia berharap, melalui kerjasama dan dialog yang baik. Persoalan terlambatnya TPG PPPK PAI bisa segera teratasi.
Baca Juga: Keterlambatan Pencairan TPG PAI, Kemenag Bojonegoro Klaim Bukan Kesengajaan
"Persoalan ini segera menemukan jalan keluar," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Giri Foundation Rian Adi Kurniawan mengatakan, kabar tidak menyenangkan tentang kemenag sering terdengar di lapangan, bahkan sering menjadi pembahasan, mulai dugaan pungli setelah tunjangan sertifikasi cair, hingga pengkondisian dalam promosi jabatan.
Dugaan itu berawal dari tidak transparansinya kemenag tentang pengelolaan anggaran. ‘’Beberapa informasi ini (pungli) masih kami dalami, jika bukti sudah kami kantongi, tidak menutup kemungkinan kami proses lebih lanjut,’’ katanya.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Bojonegoro Amanulloh belum bisa dikonfirmasi. (ewi/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah