Pemerintah Pusat Lirik Geothermal Gunung Pandan, Diprediksi Menghasilkan Tenaga Listrik 60 Megawatt

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:50 WIB
Awan topi nampak menyelimuti Gunung Pandan di Bojonegoro pada Minggu sore (15/6) (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
Awan topi nampak menyelimuti Gunung Pandan di Bojonegoro pada Minggu sore (15/6) (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Potensi energi sumber daya alam dan mineral di Kabupaten Bojonegoro menjadi bidikan pemerintah pusat. 

Bukan hanya minyak dan gas bumi (migas), melainkan panas bumi atau geothermal. Terkini, pemerintah pusat melalui kementerian energi sumber daya alam mineral (ESDM) menyatakan, akan melelang 14 wilayah kerja pertambangan (WKP) panas bumi secara nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengungkapkan, ada lelang 14 WKP panas bumi dilakukan tahun ini. Demi mendatangkan investasi dari dalam maupun luar negeri.

Sebanyak 14 WKP panas bumi itu antara lain Gunung Wilis, Songgoriti, Gunung Iyang Argopuro, dan Gunung Pandan di Jawa Timur; Guci di Jawa Tengah; Gunung Ciremai dan Gunung Galunggung, Jawa Barat; Gunung Endut, Banten; Sipoholon Ria, Sumatera Utara; Danau Ranau, Lampung, Sumatera Selatan; Lainea, Sulawesi Tenggara; Marana, Sulawesi Tengah; Suwawa, Gorontalo; serta Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kita mempercepat 14 lelang (WKP panas bumi, red) tadi. Kita kroyok untuk investasi baik itu dari dalam maupun luar negeri," ujarnya dalam acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (20/8) lalu.

Baca Juga: Menengok Kekayaan Alam di Kaki Gunung Pandan, Terdapat Lumbung Porang Sejak Hampir Dua Dekade Lalu

Perihal rencana lelang tersebut, kementerian ESDM segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) setempat. Mencegah terjadinya hambatan birokrasi.

Sementara itu, WKP Panas Bumi Gunung Pandan telah ditetapkan Kementerian ESDM pada 2014 silam. Melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor: 2774 K/30/MEM/2014. Berdasarkan data Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM pada 2014, WKP Panas Bumi Gunung Pandan luasnya 19.970 hektare. Mencakup Bojonegoro, sebagian Nganjuk dan Madiun.

Merujuk data serupa, WKP Panas Bumi Gunung Pandan diperkirakan menghasilkan tenaga listrik 60 megawatt. Diolah melalui pembangkit tenaga listrik panas bumi atau PLTP.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Bojonegoro Helmy Elisabeth mengatakan, sejauh ini, pihaknya belum menerima informasi terkait lelang WKP panas bumi tersebut. Dia menyarankan mengonfirmasi ke dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP). "Sejauh ini, bappeda belum menerima informasi, mungkin DPMPTSP terkait perizinan," katanya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Bojonegoro Budiyanto belum bisa dikonfirmasi terkait perizinan WKP Panas Bumi Gunung Pandan di pihaknya. (yna/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
geotermal gunung pandan esdm Bappeda bojonegoro