RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Program Medhayoh: Tilik Dulur, Nyambung Roso, Monggo Nandur kembali menyapa masyarakat. Memasuki edisi IX, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah hadir di Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Rabu (12/8). Bukan sekadar kunjungan, dialog tersebut menjadi ruang bagi warga menyampaikan persoalan sekaligus mendapat jawaban langsung dari pemerintah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro, panen tembakau bersama petani, meninjau Embung Cengkir, hingga melihat budidaya melon di greenhouse. Kegiatan tersebut menggambarkan potensi sekaligus kebutuhan masyarakat Kepohbaru, terutama pada sektor pertanian.
Dalam dialog interaktif, Bupati Wahono menegaskan, bahwa pemerintah ingin pembangunan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat. Salah satu perhatian utama adalah kesehatan.
Baca Juga: Muscab IX Gapensi Bojonegoro: Bupati Setyo Wahono Meminta Gapensi Profesional
"Kita ingin warga Bojonegoro sehat. Sekarang pemerintah punya program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Saya sudah melaksanakan, saya harap Pak Camat dan Pak Kades juga sudah melaksanakan, agar ketika mengajak warganya tidak sungkan karena sudah memberikan contoh," ujarnya.
Selain kesehatan, sektor pertanian menjadi perhatian serius Pemkab Bojonegoro. Wahono menyebut pemerintah terbuka terhadap usulan pembangunan infrastruktur pertanian yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Termasuk kebutuhan embung di wilayah Kepohbaru. Menurutnya, jika masyarakat membutuhkan embung untuk mendukung pertanian, pemerintah dapat mengkaji dan menindaklanjuti melalui mekanisme pengajuan proposal.
"Terkait permohonan air, perlu kita kaji. Kalau memang bermanfaat untuk masyarakat, tentu kita dukung," tegasnya.
Baca Juga: Beri Tambahan Gizi dan Pendapatan, Gayatri Kembali Disalurkan, Bupati Wahono Tekankan Keberlanjutan
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kemiskinan. Wahono meminta pemerintah desa memastikan data masyarakat sesuai kondisi sebenarnya. Hal tersebut penting agar berbagai program bantuan yang disalurkan pemerintah benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
"Kita ingin kemiskinan kita turun. Saya minta bapak dan ibu kepala desa mencatat data sesuai fakta di lapangan, agar program bantuan kita tepat sasaran dan benar-benar diberikan kepada yang membutuhkan," pesannya.
Sementara itu, Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan sejumlah program pemerintah juga terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di bidang kesehatan, Pemkab Bojonegoro terus memperkuat layanan sekaligus menjalankan program pemberantasan TBC.
Pemkab juga memberikan perhatian terhadap akses listrik bagi keluarga kurang mampu serta rumah yang masih beralaskan tanah. Diharapkan, persoalan tersebut semakin berkurang hingga tahun depan.
Untuk layanan kesehatan, Nurul menyebut peningkatan kualitas juga dilakukan di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. Rumah sakit tersebut kini memiliki sejumlah layanan unggulan, di antaranya kemoterapi, layanan jantung, DSA, hingga stem cell.
Di sektor pertanian, perhatian pemerintah terus diarahkan untuk memperkuat produktivitas dan kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan semangat Medhayoh yang tidak hanya hadir untuk mendengar, tetapi juga menghubungkan kebutuhan warga dengan solusi pemerintah.
Baca Juga: Medhayoh Bersama Bupati Bojonegoro, Petani Keluhkan Kendala Alat Panen dan Tenaga Pengairan
Medhayoh di halaman rumah kades Cengkir dimanfaatkan oleh warga untuk berdialog. Salah satunya disampaikan Sahli, warga Desa Cengkir, menyampaikan bahwa sekitar 99 persen masyarakat di wilayahnya berprofesi sebagai petani. Ia berharap adanya dukungan bantuan hibah pupuk untuk tanaman tembakau.
Selain pupuk, persoalan air untuk pertanian juga menjadi perhatian. Di Desa Cengkir telah tersedia embung, namun warga mengusulkan normalisasi karena embung tersebut tidak hanya dimanfaatkan masyarakat Cengkir, tetapi juga warga dari desa sekitar.
Berbagai aspirasi tersebut langsung mendapat respons dari Bupati Wahono, dan Wabup Nurul. Pola dialog seperti ini menjadi salah satu kekuatan Medhayoh, yakni mempertemukan langsung masyarakat dengan pemerintah untuk membahas persoalan berdasarkan kondisi di lapangan. (*/tih)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah