BLORA, Radar Bojonegoro - DPRD Blora mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Blora Patra Energi (BPE) memperkuat kolaborasi dengan PT Saka Energi Indonesia, anak perusahaan PGN, untuk mengoptimalkan potensi gas bumi di Kabupaten Blora.
Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Chandra Tirtaka menilai potensi gas di Blora sangat besar. Karena itu, BPE sebagai BUMD yang bergerak di sektor energi harus mengambil peran strategis dalam pengelolaannya.
Baca Juga: Yonif Alugoro Bawa 37 Eks OPM Kembali ke NKRI
"Potensi gas di Blora sangat besar. Yang bisa mengonkretkan peluang tersebut melalui BUMD, yakni BPE. Karena itu kami mendorong agar BPE bisa berkolaborasi dengan PT Saka Energi Indonesia," ujarnya.
Menurut Lanova, kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi, meningkatkan produksi, hingga berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Selain mendorong kolaborasi, DPRD Blora juga akan menjalin komunikasi dengan SKK Migas dan Kementerian ESDM terkait peluang daerah memperoleh dana bagi hasil (DBH) dari keberadaan sumur minyak rakyat.
"Kami akan berdiskusi bersama SKK Migas dan Kementerian ESDM. Apakah ada celah agar melalui sumur rakyat daerah bisa memperoleh dana bagi hasil. Ini penting untuk diperjuangkan," katanya.
Baca Juga: DPRD Blora Bakal Evaluasi Kinerja BPE, Soroti Peran BUMD yang Dinilai Masih Pasif
Lanova menyebut Blora harus menjadi daerah pelopor dalam memperjuangkan regulasi tersebut. Terlebih, saat ini Jawa Tengah menjadi provinsi yang telah memiliki legalitas terkait sumur minyak rakyat, sementara banyak provinsi lain belum.
"Blora harus menjadi pionir. Kita melihat Jawa Tengah yang sudah memiliki legalitas, sedangkan provinsi lain belum. Ini menjadi momentum agar daerah penghasil juga mendapatkan manfaat yang lebih besar," pungkasnya. (adv)
Editor : Hakam Alghivari