RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kekeringan ekstrem mengancam 93 desa di 24 kecamatan memasuki musim kemarau tahun ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi mengatakan, berdasarkan mitigasi, kekeringan mengancam 93 desa di 24 kecamatan.
"Jumlah ini menurun jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 106 desa yang mengalami kekeringan," ujar Heru, Rabu (10/6).
Heru menjelaskan, dari hasil mitigasi dilakukan petugas, penurunan angka dikarenakan telah masuknya saluran air baik dari pemerintah desa maupun perusahaan daerah air minum (PDAM). Meski demikian, jumlah data dari mitigasi belum dapat memastikan jumlah tersebut mengalami penambahan maupun pengurungan.
Baca Juga: DKPP Bojonegoro Petakan Potensi Kekeringan di 8.843 Hektare Sawah
"Namun, dari prediksi BMKG bahwa tajun ini akan mengalami musim panas ekstrem, sehingga kami memprediksi jumlah desa yang mengalami kekeringan akan bertambah," terang Heru.
Dia menyampaikan, dari 24 kecamatan diprediksi mengalami kekeringan. Di antaranya Kecamatan Sumberrejo, Kepohbaru, hingga Ngasem menjadi wilayah dengan penyumbang desa terdampak kekeringan terbanyak.
"Kami mengimbau kepada warga agar lebih berhemat dan bijak dalam mengelola, karena diprediksi tahun ini akan cuaca akan lebih parah dibandingkan dengan tahun lalu," pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana