Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Krisis Air Bersih Mulai Terasa, Bupati Bojonegoro Minta Masyarakat Merawat Sumber Mata Air

Yana Dwi Kurniya Wati • Kamis, 11 Juni 2026 | 07:40 WIB
KRISIS AIR: Warga mulai kesulitan air bersih, sehingga meminta bantuan BPBD untuk dropping. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
KRISIS AIR: Warga mulai kesulitan air bersih, sehingga meminta bantuan BPBD untuk dropping. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Memasuki awal musim kemarau, krisis air bersih mulai dirasakan sejumlah wilayah. Di antaranya Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo dan Desa Sumberjokidul, Kecamatan Sukosewu.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi membenarkan adanya permintaan dropping air bersih pada awal bulan ini.

"Iya, sudah dilakukan distribusi air bersih. Di Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo dan Desa Sumberjokidul, Kecamatan Sukosewu," terang Heru, kemarin (10/6) siang.

Dia melanjutkan, untuk dropping air di Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo dilakukan pada 2 Juni dan 8 Juni, sedangkan di Desa Sumberjokidul, Kecamatan Sukosewu baru kemarin. Ia mengatakan, dropping air bersih berdasarkan permintaan atau ajuan.

Menurut dia, distribusi air bersih ke wilayah krisis air tetap bisa dilakukan meski surat keputusan (SK) bupati tentang status kekeringan belum diterbitkan. Tergantung kondisi.

Baca Juga: BPBD Bojonegoro: Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

"Untuk sementara, pengiriman air bersih yang kami lakukan lebih didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan karena masyarakat memang sudah membutuhkan bantuan. Di Desa Deru kemarin satu tanki 5.000 liter," pungkas dia.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya sekaligus gaya hidup.

Menurutnya, Gerakan Indonesia Asri harus menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan

‘’Pemkab berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan berwawasan lingkungan melalui penguatan ekonomi hijau, pengelolaan sampah yang lebih baik, peningkatan kualitas ruang terbuka hijau, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup,’’ terangnya dalam Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus Gerakan Indonesia Asri di sumber mata air Desa Kunci, Kecamatan Dander pada Rabu (10/6). (yna/ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#air bersih #kekeringan #Musim Kemarau #bojonegoro #Setyo Wahono