RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dua desa terdampak pembangunan Bendungan Karangnongko, yakni Desa Ngelo dan Kalangan, Kecamatan Margomulyo tengah menunggu kejelasan ganti untung. Khususnya untuk tanah kas desa (TKD) serta fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum).
Kepala Desa (Kades) Kalangan, Kecamatan Margomulyo Kasmani mengatakan, belum ada kejelasan terkait ganti untung pembebasan lahan yang menyangkut aset desa, utamanya TKD. Padahal, kata dia, pembebasan penetapan lokasi (penlok) dapat diperpanjang setahun sekali.
"Habis masa perpanjangan 13 Maret 2027. Sedangkan, progres yang disampaikan lewat zoom meeting BBWS (Balai Besar Bengawan Solo) target selesai di 2029. Ini tidak ada apa-apa, 2026 berhenti total," ujar dia.
Baca Juga: Pembangunan Bendungan Karangnongko Kejar Target, Segera Tuntaskan Pelimpah Berpintu dan Intake Kanan
Bahkan, lanjut dia, jalan inspeksi menuju Bendungan Karangnongko turut di wilayahnya belum tersentuh. Dia menambahkan, pihaknya menuntut kejelasan. Jika tidak jadi tidak apa-apa. "Bahkan, untum balai desa kami kembalikan uangnya, sekitar Rp 2 miliar lebih. Karena nanti harus ukur ulang, elevasi, dan lain-lain. Kalaupun TKD tidak jadi dibebaskan malah lebih suka saya, sangat suka," tandasnya.
Kades Ngelo, Kecamatan Margomulyo Tri Maryono menambahkan, berharap kejelasan ganti untung TKD, fasos, dan fasum. Menurut dia, berdasar rapat dilakukan bersama pemerintah kabupaten (pemkab) segera dibentuk tim khusus untuk percepatan. Namun, belum ada tindak lanjut sampai sekarang.
"Dampak sosial agak lumayan ini, karena efisiensi anggaran akhirnya berhenti dan masyarakat yang mau pindah, relokasi jadi molor waktunya," ujar dia.
Dia menambahkan, lahan perhutani dibebaskan terkait Bendungan Karangnongko sekitar 580 hektare. Sebagian dimanfaatkan warga sebagai tempat tinggal. "Besok Kamis (11/6) ada rapat di DPRD membahas dampak sosial," imbuh Tri.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (SDA) Bojonegoro Retno Wulandari belum bisa dikonfirmasi terkait progres pembebasan lahan Bendungan Karangnongko.
Sedangkan, untuk pengerjaan fisik, saat dikonfirmasi pada 3 Juni lalu menyampaikan sekitar 41 persen. "Fisik sekitar 41 persen," kata dia melalui pesan singkat WhatsApp. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana