RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sejumlah warga mengeluhkan dampak perbaikan jalan jalur Bojoneoro-Ngawi. Selain memicu kemacetan, juga polusi debu.
Kondisi ini terjadi di dua titik. Tepatnya di Desa Mojosari, Kecamatan Kalitidu, dan Desa Ngraho, Kecamatan Gayam. "Pembangunan ini cukup meresahkan," kata Rossy Mursyidah salah satu warga Kecamatan Gayam kemarin (9/6).
Dia mengeluh, perbaikan cukup lama sehingga polusi tak terhindarkan. Meski, sebenarnya bersyukur adanya proyek tersebut. Pemerintah maupun yang menangani proyek harus memikirkan cara minimal menyiram agar mengurangi polusi tersebut.
"Kondisi parah banget sebelumnya. Retak-retak. Kalau lewat sampai ke pinggir, banyak retak yang lebar banget. Semisal lewat yang retak bisa jatuh, oleng. Yang tengah jalan malah parah," keluh salah satu guru di sekolah Kecamatan Kota itu.
Baca Juga: Sering Laka, BBJN Jawa-Bali Pasang Rambu Peringatan Sepanjang Jalan Nasional Bojonegoro
Menurut Rossy, pengerjaan cukup lama dan bergantian, dari sisi selatan kini utara khususnya di titik Mojosari-Kalitidu. "Enggak selesai-selesai. Dari bapak saya mau berangkat haji sampai pulang. Dari satu atau dua minggu sebelum musim haji kan," ujar dia.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.6 Jatim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Nali Rizali Rahmawanto mengatakan, target rampung pengerjaan jalan poros nasional itu di Desember mendatang. Namun, belum membeberkan lebih lanjut perihal rincian perbaikan. "Di Desember (target rampung, red)," kata Rizali. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana