RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Akibat kesal jalan tak kunjung diperbaiki, warga Randublatung tanam pisang di tengah Jalan Provinsi. Adapun panjang kerusakan jalan kurang lebih 3 kilometer.
Ratusan masyarakat Randublatung memuncak, kini melakukan aksi protes dengan menanam puluhan pohon pisang dan menurunkan 10 truk gosok untuk jalan yang berlubang, aksi tersebut bentuk sindiran terhadap Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
Aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat kegiatan Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kabupaten Kudus, Selasa (26/5).
Saat itu, Wakil Bupati Blora menyampaikan keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan provinsi di Blora. Namun, tanggapan gubernur dinilai sebagian warga terkesan menyepelekan persoalan yang mereka hadapi.
Warga Dukuh Kedungjambu Desa Kediren, Minah mengaku sudah lama merasakan dampak buruk kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan sangat membahayakan, terutama saat musim hujan.
Baca Juga: Warga Desa Sambongrejo Keluhkan Jalan Rusak Terdampak Proyek IJD Jalan Japah–Tunjungan
“Harapannya cepat dibangun. Masak jalan provinsi seperti ini tidak layak. Kalau hujan bisa menjatuhkan korban. Untung sekarang kemarau, tapi debunya juga sangat mengganggu,” ujarnya.
Warga lainnya, Rosyid, menegaskan masyarakat siap melakukan aksi lanjutan apabila tidak ada respons nyata dari pemerintah. Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan jalur penting yang setiap hari dilalui kendaraan berat.
“Kalau tidak ada respons, kami akan ada aksi lagi. Ini jalur niaga, banyak truk besar lewat sini. Kalau memang belum pernah melihat kondisi di lapangan, silakan datang langsung ke lokasi,” tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Kholis menyampaikan Pihaknya mengalami banyak kesulitan yang dialami kendaraan darurat saat melintas di ruas jalan rusak tersebut.
“Kasihan ambulans saat membawa orang sakit. Keluhan masyarakat sudah banyak sekali, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” katanya.
Warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera ada perbaikan jalan. Selain mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, kerusakan jalan juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan setiap hari. Mereka menegaskan aksi yang dilakukan merupakan bentuk protes masyarakat. (ozi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana