RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Para pendaftar seleksi lelang jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) masih biasa, tak ada yang spesial, fokus pekerjaan dan tanggung jawab sehari-sehari.
Pendaftar kepala badan riset dan inovasi daerah (brida) Novita Sari mengatakan, tidak ada persiapan spesial, malah lebih ke makan banyak. "Masih fokus dengan pekerjaan dan tanggung jawab sehari-hari. Lebih ke makan yang banyak saja," kata Camat Padangan itu.
Menurut perempuan akrab disapa Novita itu, untuk PowerPoint uji gagasan sudah dikumpulkan pada saat pendaftaran. Sedangkan, materi uji lainnya harus baca-baca dan latihan lagi. Disinggung perihal alasannya mendaftar pada posisi kepala brida, ia mengaku, selaras dengan value tentang pentingnya riset.
Baca Juga: Dua Pendaftar Gugur dalam Lelang Jabatan Kepala OPD Bojonegoro
Khususnya dalam pengambilan keputusan. Dan, menurut dia, inovasi merupakan sumber daya tidak ada habisnya. Berbeda dengan sumber daya alam (SDA). "Secara umum karena brida sangat strategis, dampaknya luas di semua lini," ujar mantan Camat Kasiman itu.
Selain itu, juga memberikan ruang kreatif dan memungkinkan kolaborasi secara pentahelix dan tempat yang sesuai untuk mengembangkan potensi.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkopum) Bojonegoro Moh. Akhmadi membenarkan ikut mendaftar dalam seleksi JPTP untuk posisi kepala dindagkopum.
Kini tengah menyiapkan makalah dan materi uji gagasan "Sekarang lagi menyiapkan makalah," kata dia.
Sementara itu, seleksi lelang jabatan lima kepala organisasi perangkat daerah (OPD) direncanakan berakhir pada 24 Juni dengan tahapan pelantikan calon JPTP. Namun, jadwal bisa berubah sewaktu-waktu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana