Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

BPKAD Sebut Serapan Anggaran Dinsos Bojonegoro Tertinggi, Digunakan Untuk Bansos

Dewi Safitri • Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:00 WIB
TERIMA BANSOS: Warga menerima dana bansos dari pemerintah, di Kecamatan Kasiman tercatat 164 berstatus miskin ekstrem. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
TERIMA BANSOS: Warga menerima dana bansos dari pemerintah, di Kecamatan Kasiman tercatat 164 berstatus miskin ekstrem. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) dengan serapan anggaran terbesar. Tingginya realisasi tersebut didominasi oleh penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat.

Kepala Bidang Akuntansi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, Anie Susanti Hartoyo, menyampaikan bahwa serapan anggaran terbesar saat ini berasal dari Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro.

“Dinsos menjadi OPD dengan serapan anggaran terbesar saat ini,” ujarnya, kemarin (22/5).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, mengatakan bahwa tingginya serapan belanja pada OPD yang dipimpinnya berasal dari realisasi sejumlah program bantuan sosial bagi masyarakat Bojonegoro.

Baca Juga: Ribuan ASN Bojonegoro Diterjunkan dalam Pelaksanaan Ground Check DTSEN

“Di Dinsos, yang sudah terealisasi meliputi bansos untuk lansia, penyandang disabilitas, penderita sakit kronis, masyarakat miskin, anak yatim atau terlantar, bantuan langsung tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), serta bantuan sosial untuk anak stunting,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data BPKAD, realisasi belanja daerah saat ini mencapai 16,35 persen atau sebesar Rp1,02 triliun dari total pagu Rp6,3 triliun.

Rinciannya meliputi belanja operasi sebesar 20,63 persen atau Rp800,6 miliar dari pagu Rp3,8 triliun, belanja modal 1,52 persen atau Rp14,5 miliar dari Rp953,7 miliar, belanja tidak terduga 0,04 persen atau Rp252,5 juta dari Rp533,9 miliar, serta belanja transfer 23,01 persen atau Rp214,4 miliar dari pagu Rp932 miliar. (ewi/zim)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bojonegoto #bantuan sosial #Bansos #bantuan #dinsos