Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pemkab Blora Lantik 191 Pejabat, Bupati Wanti-Wanti Laporkan Kalau Ada Jual Beli Jabatan

Achmad Syaeroyzi • Jumat, 15 Mei 2026 | 09:00 WIB
PERKUAT ORGANISASI: Bupati Arief melantik sebanyak 191 pejabat administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
PERKUAT ORGANISASI: Bupati Arief melantik sebanyak 191 pejabat administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rotasi besar-besaran kembali terjadi di lingkungan Pemkab Blora. Sebanyak 191 pejabat administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Blora Arief Rohman di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Ratusan pejabat yang dilantik itu terdiri dari 22 pejabat eselon III setingkat sekretaris dinas dan camat, 48 pejabat eselon III setingkat kepala bidang dan sekretaris kecamatan, serta puluhan pejabat eselon IV dan pejabat fungsional di berbagai OPD.

Bupati Arief Rohman menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar formalitas birokrasi. Menurutnya, mutasi dan rotasi dilakukan untuk memperkuat organisasi pemerintahan sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

“Pelantikan ini bagian dari kebutuhan organisasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.

Baca Juga: 20 Pejabat Pemkab Blora Ikuti Uji Kompetensi Eselon II di Mabes Polri

Bupati meminta pejabat yang baru dilantik tidak sekadar duduk nyaman di kursi jabatan. Seluruh ASN diminta bergerak cepat, adaptif, serta mampu menghadirkan inovasi di lingkungan kerja masing-masing.

“Segera menyesuaikan diri, pahami tugas pokok dan fungsi jabatan, bangun koordinasi dan budaya kerja yang produktif,” ujarnya.

Arief juga memberi peringatan keras soal integritas birokrasi. Dia meminta seluruh pejabat menjunjung disiplin, profesionalitas, dan menghindari penyalahgunaan wewenang.

Pernyataan paling tegas muncul saat Bupati menyinggung isu jual beli jabatan. Di hadapan ratusan pejabat yang dilantik, dia memastikan proses pengisian jabatan dilakukan sesuai aturan dan terbuka terhadap pengawasan publik.

“Kalau ada temuan jual beli jabatan, laporkan kepada kami,” tandasnya. (ozi/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#jual beli jabatan #pengisian jabatan #Arief Rohman #pejabat fungsional #Pemkab Blora