Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pemkab Bojonegoro Temukan Kesalahan Pencacahan DTSEN, Juga Banyak Data Belum Terisi

M. Irvan Romadhon • Rabu, 13 Mei 2026 | 07:30 WIB
DATA ULANG: Pemkab gelar ground check DTSEN sejak Senin (11/5), untuk verifikasi dan validasi ulang pada anomali data. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
DATA ULANG: Pemkab gelar ground check DTSEN sejak Senin (11/5), untuk verifikasi dan validasi ulang pada anomali data. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ground check DTSEN mulai digelar pemkab Bojonegoro sejak Senin (11/5), tujuannya untuk verifikasi dan validasi ulang pada anomali data.

Hasilnya ditemukan banyak kesalahan dalam pencacahan DTSEN yang dilakukan pada Januari hingga April lalu. Seperti kesalahan memasukkan data jumlah anggota keluarga hingga status rumah.

Ground check DTSEN tersebut bakal berlangsung hingga 25 Mei mendatang. Kepala OPD, camat, hingga penyuluh pertanian dan peternakan menjadi petugas yang melaksanakan ground check.

Camat Padangan Novitasari mengatakan, pelaksanaan ground check diawali dengan koordinasi dengan OPD dan desa. Tentu berkaitan pembagian tugas ground check.

Baca Juga: Temukan Data Janggal, Pemkab Bojonegoro Turun ke Lapangan Cek Ulang DTSEN

''Rakor pagi di pendapa kecamatan, langsung dilanjutkan pengecekan lapangan," ungkapnya.

Novita menjelaskan dalam pelaksanaan ground check banyak ditemukan kesalahan dalam pencacahan sebelumnya. Tepatnya verval DTSEN yang berlangsung pada Januari hingga April lalu. Kesalahan tersebut seperti kekeliruan memasukan data jumlah anggota keluarga.

''Satu rumah atau KK anggota keluarga 5 orang/jiwa, namun dalam pencacahan sebelumnya satu rumah ada 5 KK," ungkapnya.

Menurut Novita juga ditemukan banyak data yang belum lengkap. Seperti status kepemilikan rumah. Contohnya ketika rumah sewa, harus ada nilai sewa perbulan.

''Seharusnya diisi dengan harga taksiran," jelasnya.

Terkait temuan lainnya, Novita mengaku sementara paling banyak temuan tersebut yang banyak didapati selama ground check. Namun pelaksanaannya masih berlangsung sekitar dua minggu kedepan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto belum bisa dikonfirmasi terkait hasil pelaksanaan ground check. Ketika dihubungi melalui pesan singkat dan telepon WhatsApp belum menjawab. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pencacahan dtsen #verval dtsen #Ground Check #anomali #DTSEN