RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebanyak 102 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bojonegoro berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Meski ditinggal sementara, pemerintah memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan normal.
Dari total 102 ASN yang cuti haji, sebanyak 62 orang di antaranya merupakan tenaga pendidik. Mereka diperkirakan akan menjalani ibadah haji selama sekitar satu setengah bulan.
Terkait potensi gangguan layanan, Pemkab Bojonegoro memastikan telah menyiapkan skema penyesuaian tugas.
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi BKPP Bojonegoro, Daniar Surya Adi Permana, menjelaskan para ASN tersebut mengambil cuti besar selama pelaksanaan haji. “Iya betul, mereka cuti besar, kurang lebih 1,5 bulan,” ujarnya.
Baca Juga: 25 Aparatur Sipil Negara Kabupaten Bojonegoro, Ajukan Cuti Haji
Namun demikian, posisi mereka tidak dikosongkan. Tugas dan tanggung jawab tetap berjalan dengan mekanisme pelimpahan kepada pegawai lain di instansi masing-masing.
“Bukan diganti secara jabatan, tapi tugasnya diserahkan ke yang lain. Sudah ada penyerahan tugasnya,” jelasnya.
Daniar menegaskan, dengan skema tersebut pelayanan publik dipastikan tidak terganggu selama para ASN menjalankan ibadah di Tanah Suci. “Insyaallah tidak terganggu,” tambahnya.
Pemerintah daerah berharap para ASN yang berangkat dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali dengan selamat, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat di daerah.
Pelepasan dan doa bersama para jamaah haji digelar di ruang Angling Dharma Gedung Pemkab Bojonegoro. Bupati Wahono menyebut keberangkatan haji sebagai panggilan istimewa. Dia juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian para ASN yang berangkat, dengan mayoritas berasal dari sektor pendidikan.
“Karena keterbatasan kami untuk bersilaturahmi ke rumah Bapak/Ibu satu per satu, maka melalui pertemuan ini kami menitipkan doa,” ujarnya. (kam/zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko