RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora menggencarkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) jelang Hari Raya Idul Adha. Terutama pada ternak-ternak yang bakal dimanfaatkan sebagai hewan kurban.
Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan penyakit PMK. Kabid Kesehatan Hewan DP4 Kabupaten Blora Rasmiyana menjelaskan Blora memiliki stok melimpah untuk hewan kurban. Bahkan tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga luar Blora.
‘’Jelang Idul Adha kita siapkan langkah galakkan vaksinasi PMK. Terutama ternak yang akan dimanfaatkan untuk hewan kurban. Kita pastikan dapat vaksinasi. Mencegah penyebaran,’’ katanya.
Vaksinasi digelar pada sejumlah sapi milik peternak di Desa Temurejo, Kecamatan Blora, kemarin (30/4). Secara umum, vaksinasi PMK juga dilakukan di sapi-sapi milik pedagang atau pengepul.
Baca Juga: Sapi 1,1 Ton di Blora Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban
Tahun ini, Blora mendapatkan jatah vaksinasi PMK yang didanai APBN sekitar 60 ribu dosis. ‘’Saat ini sudah aplikasi vaksinasi ke ternak 9 ribu dosis,’’ bebernya.
Artinya masih ada 51 ribu dosis yang akan disuntikkan ke sapi-sapi lain. Target penyelesaian akhir tahun. Meski demikian jumlah 60 ribu dosis vaksin itu masih kurang. Sebab di Blora terdapat 176 populasi sapi.
‘’Dengan jumlah 60 ribu dosis sangat kurang. Secara operasional prosedur, ternak kita butuh vaksin 1 ekor dua kali vaksin. Tiap 6 bulan vaksin, nanti tambah boster lagi," tuturnya.
Sementara terkait kasus PMK di Blora, tahun ini terdapat beberapa kasus. Namun tak sampai menyebabkan kematian. ‘’Saat ini PMK ada, gak tinggi seperti tahun lalu. Tahun ini sampai April ada 30 kasus PMK," tukasnya.
Setelah dia cermati, kasus tersebut dipicu beberapa faktor. Diantaranya pembelian ternak baru. Kemudian faktor lain dari pedagang di pasar yang kerap berpindah-pindah. Kemudian ternak tertular di tempat-tempat tersebut.
‘’Baru disadari kalau ternak masuk kandang. Baru diketahui kena PMK," terangnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana