Dukung Penguatan Akurasi Data Pemilih, BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Gelar Koordinasi PDPB dengan Bawaslukab

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Rabu, 22 April 2026 | 18:12 WIB
--
--

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM -  BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilih Kabupaten (Bawaslukab) Bojonegoro terkait pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDBP), sebagai upaya memastikan akurasi data pemilih berkelanjutan, Selasa (21/4). 

Kegiatan yang berlangsung di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslukab Bojonegoro Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo bersama jajaran pimpinan, yakni Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Muhammad Muchid,  Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Lia Andriyani, serta Koordinator Divisi PP Datin Weni Andriani. Turut mendampingi staf Bawaslu Bojonegoro dari Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas.

Kedatangan Bawaslu Bojonegoro di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro disambut dengan hangat oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyanto, Kepala Bidang Kepesertaan Anang, serta Kepala Bidang Pelayanan Ari.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslukab Bojonegoro, Handoko menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro. Ia mengungkapkan, bahwa hubungan kelembagaan antara Bawaslu dan BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro telah terjalin dengan baik, termasuk dalam perlindungan bagi jajaran adhoc pada penyelenggaraan pilkada sebelumnya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Ajak Pekerja Informal Manfaatkan Diskon Iuran JKK dan JKM

“Terima kasih atas sambutan dan penerimaannya. Ini merupakan kali ketiga kami berkunjung. Pada Pilkada kemarin, seluruh jajaran adhoc kami hingga pengawas TPS telah terkaver BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Handoko.

Ia menuturkan, kedatangan Bawaslukab Bojonegoro kali ini bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait permintaan data peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Bojonegoro yang telah meninggal dunia.

“Permohonan data ini merupakan bagian dari tugas kami dalam PDPB. Kami ingin memastikan bahwa nama-nama yang sudah meninggal dunia tidak lagi tercantum sebagai pemilih, sehingga kualitas data pemilih semakin akurat,” tegasnya.

Handoko menambahkan, fokus wilayah kerja Bawaslukab Bojonehoro berada di lingkup Bojonegoro, sehingga data yang dibutuhkan juga spesifik pada wilayah tersebut.

Handoko juga menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan dukungan BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro dalam mendukung tugas pengawasan Pemilu.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik serta informasi dan pengetahuan yang bermanfaat dalam pertemuan ini. Semoga sinergi ini terus terjalin untuk mewujudkan data pemilih yang akurat dan berkualitas,” tutur dia.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Muhammad Muchid menambahkan, koordinasi ini juga menjadi bagian dari upaya Bawaslukab Bojonegoro membangun sinergi dengan berbagai stakeholder.

“Tujuan kami selain silaturahmi, juga memastikan data masyarakat Bojonegoro yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, khususnya yang sudah meninggal dunia, dapat kami sampaikan kepada KPU sebagai bahan perbaikan data pemilih menuju Pemilu 2029,” jelas Muchid.

Ia menegaskan, Bawaslukab Bojonegoro tidak hanya berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga dengan berbagai instansi lain guna memastikan data pemilih benar-benar valid dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro, Denny Herliyanto menjelaskan, pihaknya memiliki data peserta yang meninggal dunia, namun tidak seluruhnya terlaporkan secara optimal.

Baca Juga: Permudah Layanan, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Lewat Antrean Online Via Lapak Asik

“Memang ada peserta yang meninggal dunia tetapi belum dilaporkan oleh ahli waris, baik karena ketidaktahuan maupun kekhawatiran terkait bantuan sosial. Data yang kami akui adalah yang telah terdaftar dan dilaporkan,” terang Denny.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan, Ari menyampaikan, BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro siap mendukung kebutuhan data yang diperlukan Bawaslu Bojonegoro, khususnya terkait data peserta dengan jaminan kematian.

“Kami dapat menyediakan data by name, by NIK, dan alamat, khususnya bagi peserta yang terdaftar di Bojonegoro. Data ini dapat digunakan untuk mendukung penonaktifan pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Melalui koordinasi ini, Bawaslukab Bojonegoro berharap proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dapat berjalan lebih optimal, sehingga mampu mewujudkan pemilu yang tertib, akurat, dan berintegritas di masa mendatang. (*/yna)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
pdbp bawaslukab Data Pemilih bojonegoro bpjs ketenagakerjaan