Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DP3AKB Bojonegoro Catat 21.962 Perempuan Menjadi Kepala Keluarga

Yana Dwi Kurniya Wati • Selasa, 21 April 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi Perempuan (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi Perempuan (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tak hanya pria yang bisa menjadi kepala keluarga dalam rumah tangga. Peran perempuan tak kalah besar. Dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana (DP3AKB) mencatat sebanyak 21.962 sepanjang 2025.

‘’Ada banyak kriteria perempuan kepala keluarga. Kalau hanya janda yang disebut sebagai kepala keluarga tidak sepenuhnya benar,’’ ujar Kepala Dinas (Sekdin) DP3AKB Bojonegoro Ahmad Hernowo Wahyutomo, kemarin (20/4).

Hernowo sapaannya menerangkan, kriteria perempuan kepala keluarga atau pekka di antaranya janda mati atau hidup, perempuan lajang yang menanggung keluarganya, hingga perempuan bersuami yang suaminya kerja di luar kota atau luar negeri.

‘’Jadi, perempuan bisa jadi kepala keluarga. Misal ada keperluan rumah sedangkan suami kerja di luar kota atau negeri kan tidak bisa langsung memanggil. Dia yang menanggung,’’ jelas dia.

Baca Juga: Calon Kepala SD-SMP di Bojonegoro Didominasi Perempuan, Pelantikan Tergantung BKN

Hernowo memaparkan, DP3AKB mencatat sebanyak 21.962 pekka di 2025. Jumlah pekka yang memiliki penghasilan tetap sejumlah 4.086 pekka atau 18,6 persen. Sedangkan, yang tidak memiliki penghasilan tetap sebanyak 17.876 pekka atau 81,4 persen. ‘’Total ada 21.962 pekka di 2025,’’ jelas dia.

Sekretaris Cabang Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Bojonegoro Nafidatul Himah mengatakan, ini harus menjadi perhatian pemerintah. Karena pekka memiliki beban ganda, mencari nafkah juga mengurus rumah tangga.

‘’Ini pemerintah harus mulai memerhatikan, misal kepala keluarga misal seperti teman disabilitas dan marjinal untuk afirmasi. Seperti dapat beasiswa. Karena yang cerai masih di usia produktif misalnya,” ujar dia.  (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Perempuan #bojonegoro #keluarga #kepala keluarga #dp3kab