RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jumlah aparatur sipil negara (ASN) perempuan di Bojonegoro tercatat lebih banyak daripada laki-laki. Hal itu menunjukkan keterlibatan perempuan dalam ranah birokrasi semakin kuat.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, total ASN tercatat sebanyak 16.262 orang. Dari jumlah tersebut, ASN perempuan mencapai 8.743 orang, sementara laki-laki sebanyak 7.519 orang.
Kepala BKPP Bojonegoro, Hari Kristianto, mengatakan bahwa komposisi tersebut mencerminkan terbukanya ruang yang setara dalam birokrasi. Ia memastikan tidak ada perbedaan perlakuan dalam hal pengembangan karier antara laki-laki dan perempuan.
"Laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan yang sama dalam berkarier di ASN," terangnya.
Menurutnya, sistem kepegawaian saat ini menempatkan profesionalitas sebagai tolok ukur utama. Artinya, setiap pegawai memiliki peluang yang sama untuk berkembang selama memenuhi kualifikasi dan menunjukkan kinerja yang baik.
Senada, Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Aparatur BKPP Bojonegoro, Daniar Surya Adi Permana, menyebut bahwa prinsip kesetaraan gender telah menjadi bagian dari regulasi kepegawaian, mulai dari proses rekrutmen hingga pengisian jabatan.
"Dalam aturan kepegawaian mengedepankan kesetaraan gender sehingga siapa pun yang berkompeten bisa menjadi bagian dari ASN, mulai dari pengangkatan ASN sampai pengisian jabatan, selama memiliki kualifikasi dan kompetensi yang sesuai," jelasnya.
Dominasi jumlah ASN perempuan ini menjadi gambaran perubahan di tubuh birokrasi yang semakin inklusif. Perempuan kini tidak hanya mengisi posisi administratif, tetapi ikut terlibat dalam berbagai peran strategis yang menentukan arah kebijakan dan pelayanan publik.
Dengan sistem yang menekankan meritokrasi, ruang bagi perempuan di lingkungan ASN dipastikan tetap terbuka. Kompetensi, integritas, dan kinerja menjadi faktor penentu, bukan lagi soal gender. (kam/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana