Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Plastik Sumbang 18,67 Persen Total Sampah Bojonegoro, Kenaikan Harga Plastik Bisa Jadi Momentum Mengurangi Sampah

Hakam Alghivari • Rabu, 8 April 2026 | 07:15 WIB
SAMPAH PLASTIK: Sampah plastik menyumbang sekitar 18,67 persen dari total timbulan sampah di Kabupaten Bojonegoro. Kenaikan harga menjadi momentum beralih kemasan ramah lingkungan. (HAKAM ALGIFARI/RADAR BOJONEGORO)
SAMPAH PLASTIK: Sampah plastik menyumbang sekitar 18,67 persen dari total timbulan sampah di Kabupaten Bojonegoro. Kenaikan harga menjadi momentum beralih kemasan ramah lingkungan. (HAKAM ALGIFARI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kenaikan harga plastik hingga dua kali lipat belum sepenuhnya membuat  masyarakat beralih.

Ketergantungan terhadap plastik sekali pakai masih kuat. Bahkan, berdasarkan data DLH, sampah plastik menyumbang sekitar 18,67 persen dari total timbulan sampah di Kabupaten Bojonegoro.

Kenaikan harga ini momentum memakai kemasan ramah lingkungan, untuk menekan timbulan sampah plastik.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Luluk Alifah, kondisi ini tetap membuka peluang untuk menekan konsumsi plastik. Kenaikan harga dinilai bisa menjadi pemicu awal perubahan, meski butuh proses.

“Kenaikan harga plastik saat ini dapat menjadi trigger yang berpotensi mendorong penurunan timbulan sampah plastik, karena konsumsi bisa ikut ditekan,” katanya.

Baca Juga: Harga Plastik Melambung Hingga Dua Kali Lipat , Pelaku UMKM Bojonegoro Mulai Limbung

Menurut perempuan akrab disapa Luluk itu, berdasarkan data DLH, sampah plastik menyumbang sekitar 18,67 persen dari total timbulan sampah di Kabupaten Bojonegoro. Angka yang menunjukkan plastik masih menjadi bagian besar dari persoalan lingkungan.

Juga melihat kondisi ini sebagai momentum untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam penggunaan plastik sekali pakai dan peralihan ke wadah guna ulang.

“Kami juga berharap kondisi ini menjadi momentum perubahan perilaku masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga sulit ditinggalkan dalam waktu singkat. 

Aktivis lingkungan Bojonegoro Endang Priyantini mengatakan, kasus ini bisa menjadi alarm untuk beralih. Namun, perlu adanya inovasi ketika pilihan selain plastik masih sulit dijangkau pelaku usaha hingga ibu rumah tangga. 

Ketergantungan ini tidak lepas dari sifat plastik yang praktis dan mudah digunakan dalam berbagai kebutuhan.

“Karena plastik sekali pakai memang efisien dan praktis sekali. Ini yang menjadi ketergantungan dengan plastik,” katanya.

Baca Juga: Harga Plastik di Blora Terus Melambung, Konsumen Makin Menyusut

Selain itu, upaya untuk beralih juga menghadapi tantangan kebiasaan yang sudah terbentuk sejak lama. Perubahan dinilai membutuhkan waktu dan proses yang tidak singkat.

“Agak sulit, tapi itu yg menjadi challengge kita, dan kita harus bisa melalui transisi masalah plastik ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, terjadi kenaikan plastik dari kemasan setengah kilogram dari Rp 2.500 menjdai Rp 4.500, kemudian kemasan 1 kilogram dari Rp 4.000 menjadi Rp 7. 000. Kondisi membuat pelaku usaha kelimpungan. (kam/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#harga plastik #sampah plastik #Sampah #lingkungan #plastik